Di Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terdapat sebuah desa bernama Sijeruk, di mana kisah rakyat Dukuh Krojok berasal. Mari kita selami cerita menarik ini, yang diambil dari buku “Mendongeng Pekalongan” karya Taufik Hidayat dan Akar Atya.
Cerita ini bermula dari kehidupan seorang anak bernama Krojok dan ibunya, Tili, yang tinggal di sebuah desa. Krojok dikenal sebagai anak yang penyayang dan selalu siap berkorban demi kebahagiaan ibunya. Selain itu, ia adalah murid setia Ki Bahurekso, seorang guru yang sangat dihormatinya.
Di bawah bimbingan Ki Bahurekso, Krojok tumbuh menjadi pemuda yang berani dan terampil dalam seni bela diri. Namun, ia berjanji kepada gurunya untuk hanya menggunakan kemampuannya ketika berada dalam situasi yang mendesak. Krojok sangat menahan diri untuk tidak memanfaatkan ilmunya demi kepentingan pribadi atau merugikan orang lain.
Setiap hari, Krojok menjelajahi hutan yang terkenal angker, membawa sebilah pisau, korek api, dan tas bambu untuk memenuhi kebutuhan ibunya. Selama masa kecilnya hingga remaja, Krojok sering menjadi sasaran ejekan dari teman-temannya, termasuk Golang, anak Ki Demang yang kaya dan berkuasa di daerah tersebut.
Meski sering diejek, Krojok tetap berpegang pada janjinya kepada Ki Bahurekso, sehingga ia memilih untuk mengabaikan perilaku Golang yang semakin tak sopan. Namun, suatu hari, Krojok kehilangan kesabaran dan memukul Golang karena sudah tidak tahan dengan tindakan kasar anak Ki Demang itu.
Golang tidak membalas, tetapi ia segera melaporkan insiden tersebut kepada ayahnya, Ki Demang, yang dikenal kurang bijaksana. Ki Demang kemudian memanggil Krojok dengan niat untuk menghukumnya dengan cara mengasingkannya ke hutan. Ibu Tili pun memohon agar anaknya dimaafkan.
Ki Bahurekso juga terlibat untuk menyelesaikan perselisihan ini, dan akhirnya Krojok dibebaskan dari hukuman yang tidak adil. Ki Bahurekso memberikan nasihat kepada Krojok, “Ingatlah janji yang kau buat.” Krojok merasa lega dan bahagia karena tidak dihukum oleh gurunya.
Namun, masalah belum selesai. Ki Demang mengumumkan sayembara bagi para pendekar, menjanjikan hadiah besar bagi yang terkuat. Krojok tertarik untuk ikut serta, ingin mendapatkan hadiah demi kebahagiaan ibunya. Ia pun berlatih keras untuk mempersiapkan diri.
Pada hari yang ditentukan, Krojok dan ibunya berangkat ke lokasi sayembara untuk mendaftar dan bertarung. Golang yang melihat Krojok ikut mendaftar hanya tersenyum sinis, seolah memiliki rencana tertentu. Ki Demang berbisik kepada anaknya, “Biarkan dia bertarung melawan para jagoan. Ketika dia lelah, kau turun dan kalahkan dia.”
Setelah mengalahkan beberapa jagoan dari daerah sekitar, panitia bersiap untuk menyatakan Krojok sebagai pemenang. Namun, Golang segera muncul dan mengumumkan bahwa Krojok harus mengalahkannya terlebih dahulu untuk mendapatkan gelar juara.
Krojok, yang tak ingin mundur, menerima tantangan tersebut. Pertarungan pun dimulai, dan Krojok jelas kelelahan setelah melewati banyak pertandingan, sementara Golang masih segar. Dalam kondisi genting itu, Golang memanfaatkan kesempatan dengan membisikkan, “Krojok, tidakkah kau tahu gurumu kini terkapar sakit di padepokannya? Kamu malah bermain-main di sini. Murid yang durhaka!”
Krojok yang lengah menjadi sasaran Golang, yang kemudian memukul kepalanya hingga terluka dengan cincin berduri yang dipakainya. Penonton terkejut dan segera berkerumun di arena, menghujani Golang dengan kemarahan mereka.
Naas bagi Golang, nyawanya tak tertolong. Ki Demang merasakan penyesalan mendalam karena telah mendorong anaknya untuk membalas dendam. Setelah insiden tragis tersebut, Ki Demang berubah menjadi lebih baik dan ramah terhadap semua warga.
Sementara itu, Krojok berhasil diselamatkan dan diobati oleh penduduk desa. Nama Krojok pun diabadikan sebagai nama dukuh, Dukuh Krojok, yang masih menjadi bagian dari Desa Sijeruk di Kecamatan Sragi.
Demikianlah kisah rakyat Dukuh Krojok yang menggambarkan hubungan antara murid Ki Bahurekso dan anak Ki Demang. (Achmad Aristyan – Sumber: Mendongeng Pekalongan karya Taufik Hidayat dan Akar Atya)