Komunitas seniman lukis Wonosobo, KOLEKTIFUN, sukses menggelar acara Pacean Art Fusion pada 21 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Pacean Resto dan Kolam Renang, Sempol, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo.
Acara ini menghadirkan sembilan seniman dari berbagai daerah yang berkolaborasi dalam sebuah karya lukis bersama.
Salah satu peserta sekaligus narasumber acara, Glory Deo Priambada, menjelaskan bahwa konsep Pacean Art Fusion terinspirasi dari gabungan berbagai ekspresi seniman dalam satu karya besar.
“Kemarin itu ada acara, kita sih nyebutnya Art Fusion ya, karena ada sembilan seniman yang menggambar di sembilan kanvas, tapi dibuat satu frame gitu. Kita juga disupport sama Pacean Resto dan kolam renang. Lokasinya itu di daerah Sempol, Sukoharjo,” ungkapnya.
Menurut Deo, tujuh seniman berasal dari Wonosobo, dua lainnya datang dari Banjarnegara. Meski masing-masing seniman memiliki tema berbeda, lukisan mereka disusun dalam satu bingkai besar dengan tulisan “Pacean” di bagian tengahnya.
Kebebasan Ekspresi dalam Satu Frame
Setiap seniman diberikan kanvas berukuran 40×30 cm, dan mereka bebas menggambar sesuai dengan ekspresi dan karakter masing-masing.
“Sebenarnya kalau yang digambar itu bebas, ekspresi dari senimannya masing-masing. Tapi di dalam sembilan kanvas itu ada benang merahnya, yaitu tulisan Pacean yang sudah dibuat sebelumnya sebagai sketsa. Sisanya seniman bebas menggambar untuk mengisi background,” jelas Deo.
Yang menarik, karya ini tidak menggunakan cat biasa, melainkan memakai cat akrilik, memberikan tekstur dan warna yang lebih berani pada setiap lukisan. Proses melukis dimulai dari pukul 14.30 WIB hingga 17.30 WIB, dengan total pengerjaan sekitar tiga jam.
“Kalau prosesnya kita mulai dari jam setengah tiga, selesai jam setengah enam. Jadi kurang lebih tiga jam,” tambahnya.
Hiburan dan Atmosfer Kreatif
Selain sesi melukis, acara ini juga dimeriahkan penampilan DJ INITIAL H dari Banjarnegara. Kehadirannya semakin menambah suasana kreatif di tengah kolaborasi seni yang berlangsung.
Deo menegaskan bahwa karya ini tidak hanya mencerminkan kebebasan berekspresi, tetapi juga memperlihatkan karakter unik dari setiap seniman.
“Setiap seniman punya karakter masing-masing dalam setiap goresannya. Dalam sembilan frame ini, kita bisa melihat keberagaman itu, tapi tetap menjadi satu kesatuan yang harmonis,” katanya.
Pesan dan Harapan untuk Seni Wonosobo

Di akhir wawancara, Deo menyampaikan pesan bagi masyarakat dan para seniman muda Wonosobo agar terus mendukung perkembangan seni lokal.
“Pokoknya selalu support karya anak-anak muda dari Wonosobo. Karena bisa membanggakan Wonosobo di kancah internasional, atau setidaknya dikenal di luar Wonosobo,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa komunitas KOLEKTIFUN kini semakin solid setelah acara ini.
Ke depannya, mereka berencana untuk kembali berpartisipasi dalam event Wonosobo Thrifting di Adipura pada 14-16 Maret 2025, di mana mereka akan membuat karya seni untuk acara itu.
Dengan adanya Pacean Art Fusion, KOLEKTIFUN tidak hanya menghadirkan seni ke ruang publik tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam berkarya.
Acara ini menjadi bukti bahwa Wonosobo memiliki potensi besar dalam dunia seni rupa, yang siap berkembang dan dikenal lebih luas.