Cerita Rakyat

Pendakian Gunung Sumbing Dan Mitos Pakaian Warna Hijau

Mitos tentang larangan mengenakan pakaian berwarna hijau di Pantai Selatan Jawa masih dipercayai oleh banyak orang. Namun, mitos serupa ternyata juga berlaku di Gunung Sumbing, Jawa Tengah. Para pendaki yang berencana mendaki gunung setinggi 3.371 meter ini sering disarankan untuk menghindari pakaian berwarna hijau. Mitos Nyi Roro Kidul Menurut informasi yang beredar di masyarakat setempat, […]

Oleh Ridwan

Pendakian Gunung Sumbing Dan Mitos Pakaian Warna Hijau
Panorama Puncak Gunung Sumbing, Jawa Tengah. Foto: GoogleMaps/ Sony Warsono
Diterbitkan

Mitos tentang larangan mengenakan pakaian berwarna hijau di Pantai Selatan Jawa masih dipercayai oleh banyak orang. Namun, mitos serupa ternyata juga berlaku di Gunung Sumbing, Jawa Tengah.

Para pendaki yang berencana mendaki gunung setinggi 3.371 meter ini sering disarankan untuk menghindari pakaian berwarna hijau.

Mitos Nyi Roro Kidul

Menurut informasi yang beredar di masyarakat setempat, pakaian hijau diyakini dapat menarik perhatian makhluk halus yang mendiami Gunung Sumbing.

Beberapa jalur pendakian yang ada di gunung ini semuanya mengingatkan para pendaki agar tidak mengenakan pakaian dengan warna tersebut.

Suroso, petugas pemantau di Pos Garung Wonosobo, menjelaskan bahwa larangan ini erat kaitannya dengan mitos Pantai Selatan, yang dikenal sebagai tempat tinggal Nyi Roro Kidul.

Pakaian hijau dikaitkan dengan penghuni alam gaib, dan kepercayaan ini ada di Gunung Sumbing.

Pengalaman Mistis Pendaki

Salah satu pendaki, Alfin, membagikan pengalamannya yang ia tulis di media sosial pada tahun 2014. Ia bercerita tentang perjalanan yang dilakukannya pada malam Jumat Kliwon, saat bulan purnama membuat suasana semakin mistis.

Selama perjalanan dari pos 3 menuju pos 4, ia dan rombongannya merasa diganggu makhluk halus, mulai dari mencium bau kemenyan hingga melihat penampakan sosok putih menyerupai asap.

Kebetulan, pada st pendakian itu, salah seorang kawannya mengenakan celana berwarna hijau pupus dan membawa mantel serta tenda yang juga berwarna hijau.

Ketika mereka memutuskan untuk bermalam di pos 4 karena cuaca justru memburuk dan mereka dalam kondisi kelelahan, Alfin kembali merasakan kehadiran makhluk halus.

Suhu di dalam tenda yang seharusnya dingin justru hangat, dan ia menduga ada sosok gaib yang ikut di dalam tenda. Suara percakapan antara laki-laki dan perempuan terdengar di luar tenda.

Namun setelah dilihat tidak ada seorang pun berada di sekitar tenda. Agar terhindar dari gangguan lebih lanjut, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke puncak pada pukul 02.00 dini hari.

Anehnya, setelah tenda mereka lipat dan mantel hijau dilepas, gangguan yang semula mengusik mendadak hilang, dan cuaca yang tadinya mendung langsung cerah.

Menghindari Pakaian Hijau

Setelah mencapai puncak, Alfin bertanya ke penduduk setempat tentang pengalaman mistis itu.

Seorang warga tua menjelaskan bahwa gangguan itu mungkin terjadi karena mereka mengenakan pakaian dan tenda berwarna hijau, warna yang dianggap terlarang di Gunung Sumbing.

Meskipun kejadian tersebut dapat dianggap sebagai mitos, banyak masyarakat setempat yang tetap percaya bahwa sebaiknya para pendaki menghindari pakaian hijau ketika mendaki Gunung Sumbing.

(Achmad Aristyan – Sumber: magelangekspres.disway.id)

TopikCerita Rakyat
Cerita Rakyat12 OKT 2024

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Cerita Rakyat

Lihat semua →

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →