Pariwisata

Gurihnya Geblek Puntuk Legendaris Mbah Giman di Wonosobo

Bagi pecinta kuliner tradisional, Geblek Puntuk Mbah Giman di Jalan Girimargo No.29, Puntuksari, Sumberan Barat, Wonosobo Barat, Jawa Tengah menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Penjual geblek ini telah bertahan sebagai camilan favorit selama lebih dari empat dekade. Wagiman, generasi penerus dari usaha ini hingga sekarang, menceritakan bahwa geblek ini pertama kali dijual orang […]

Oleh Achmad Aristyan

Gurihnya Geblek Puntuk Legendaris Mbah Giman di Wonosobo
Geblek Puntuk Mbah Giman yang sudah digoreng dan siap disantap. Foto: Ivan
Diterbitkan

Bagi pecinta kuliner tradisional, Geblek Puntuk Mbah Giman di Jalan Girimargo No.29, Puntuksari, Sumberan Barat, Wonosobo Barat, Jawa Tengah menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi.

Penjual geblek ini telah bertahan sebagai camilan favorit selama lebih dari empat dekade.  

Wagiman, generasi penerus dari usaha ini hingga sekarang, menceritakan bahwa geblek ini pertama kali dijual orang tuanya pada tahun 1980-an. 

“Awalnya almarhum orang tua saya tidak hanya menjual geblek, tetapi juga tempe kemul. Sekarang, kami memutuskan fokus menjual geblek saja,” ujarnya.  

Proses Tradisional dengan Cita Rasa Otentik  

Geblek adalah makanan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah, khususnya daerah Kulonprogo dan sudah tersebar ke berbagai wilayah sekitarnya, tak terkecuali Wonosobo.

Di Wonosobo, geblek dijual bersama gorengan seperti tempe kemul atau pisang goreng.

Geblek yang dijual Wagiman dibuat dari bahan dasar pati singkong, kelapa, garam, dan bawang. Proses pembuatannya masih menggunakan metode tradisional untuk menjaga cita rasa khas.  

“Semua bahan dicampur jadi adonan, lalu dibentuk bulatan kecil. Setelah itu, direbus sekira 15 menit. Setelah matang, adonan diuleni dan dibentuk menjadi geblek,” jelas Wagiman.  

Geblek ini tersedia dalam dua pilihan, yakni mentah dan matang. Geblek mentah dikemas dalam besek, wadah tradisional dari anyaman bambu, sehingga memberikan kesan yang otentik.

Geblek Puntuk Mbah Giman yang masih mentah belum digoreng. Foto: Aristyan

 Geblek mentah ini dijual seharga Rp 600 per biji atau Rp 30.000 per besek yang berisi 50 biji.  

“Geblek mentah bisa langsung digoreng kapan saja sesuai kebutuhan. Hasilnya garing di luar, lembut di dalam, dengan rasa gurih yang khas,” tambahnya.  

Camilan dan Lauk yang Fleksibel  

Geblek Puntuk Mbah Giman cocok disantap sebagai camilan ataupun lauk. Wagiman menyarankan untuk menyajikannya bersama sambal atau saus agar rasanya semakin nikmat.  

“Geblek ini bukan hanya untuk camilan, tapi juga enak untuk lauk. Apalagi kalau dimakan hangat-hangat dengan sambal, pasti tambah nikmat,” kata Wagiman dengan antusias.  

Jam Operasional

Geblek Puntuk Mbah Giman buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 17.00 WIB.

Berkat kelezatannya, tempat ini kerap menjadi favorit masyarakat yang ingin menyantap geblek. Jika berkunjung ke Wonosobo, jangan lupa mampir ke Geblek Puntuk Mbah Giman untuk menikmati cita rasa tradisional yang telah melegenda ini.

TopikPariwisata
Pariwisata28 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan