Pariwisata

Istana Basa Pagaruyung, Wisata Ikonik Budaya Minangkabau 

Istana Basa Pagaruyung adalah salah satu ikon budaya terkenal Minangkabau. Istana ini merupakan simbol kejayaan Kerajaan Pagaruyung yang pernah menjadi pusat peradaban Minangkabau. Istana ini berada di Jl. Sutan Alam Bagagarsyah, Pagaruyung, Kec. Tj. Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang dulunya merupakan tempat kediaman sekaligus pusat pemerintahan raja-raja Minangkabau dari Kerajaan Pagaruyung. Sejarah Istana […]

Oleh Anisa Kurniawati

Istana Basa Pagaruyung, Wisata Ikonik Budaya Minangkabau 
Istana Basa Pagaruyung sebagai simbol kejayaan Kerajaan Pagaruyung, Foto: Wikimedia Commons/ Jnsenaleo
Diterbitkan

Istana Basa Pagaruyung adalah salah satu ikon budaya terkenal Minangkabau. Istana ini merupakan simbol kejayaan Kerajaan Pagaruyung yang pernah menjadi pusat peradaban Minangkabau. 

Istana ini berada di Jl. Sutan Alam Bagagarsyah, Pagaruyung, Kec. Tj. Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang dulunya merupakan tempat kediaman sekaligus pusat pemerintahan raja-raja Minangkabau dari Kerajaan Pagaruyung. 

Sejarah Istana Pagaruyung

Perjalanan kerajaan ini cukup panjang dan melalui dua fase keagamaan, yaitu Budha dan Islam.

Istana Basa Pagaruyung awalnya didirikan Raja Adityawarman di atas Bukit Batu Patah. Namun, pada tahun 1804, istana ini dibakar habis akibat Perang Padri. 

Upaya rekonstruksi dilakukan pada tahun 1976. Tujuannya untuk membangkitkan kebanggaan masyarakat Minangkabau terhadap tradisi dan budaya mereka.

Sayangnya, pada 27 Februari 2007, Istana Basa Pagaruyung kembali mengalami kebakaran hebat akibat sambaran petir. Kebakaran ini menghancurkan sebagian besar dokumen dan kain hiasan berharga yang ada di dalamnya.

Rekonstruksi ulang pun dilakukan, dan akhirnya pada Oktober 2013, Istana Pagaruyung kembali diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Arsitektur dan Keunikan Istana

Bangunan yang sekarang berdiri dan dapat dikunjungi sebenarnya adalah replika. Meski begitu, Istana Basa Pagaruyung tetap mempertahankan keaslian teknik konstruksi tradisional Minangkabau.

Bangunan ini berbentuk rumah gadang dengan tiga tingkat.

Bangunannya terdiri dari 72 tonggak dan 11 gonjong atap. Atap gonjong yang melengkung menjadi seperti tanduk kerbau ini merupakan ciri khas arsitektur Minangkabau.

Bentuk atap ini juga menggambarkan keselarasan alam yang bergunung dan berbukit. 

Sementara dindingnya dihiasi dengan 58 motif ukiran berwarna-warni. Motif ini menggambarkan nilai-nilai budaya Minangkabau. Setiap lantai dalam bangunan ini memiliki fungsi tersendiri. 

  • Lantai pertama digunakan sebagai ruang utama pemerintahan, lengkap dengan singgasana raja dan tujuh bilik untuk para putri raja yang telah menikah.
  • Lantai kedua merupakan ruang bagi putri-putri raja yang belum menikah.
  • Lantai ketiga atau anjung peranginan digunakan sebagai tempat bersantai raja dan permaisuri. Ruangan ini juga menyimpan koleksi senjata pusaka kerajaan seperti tombak, pedang, dan senapan peninggalan Belanda.

Istana Basa Pagaruyung kini menjadi destinasi wisata budaya paling terkenal di Sumatera Barat.

Simbol Kejayaan Kerajaan Pagaruyung

Selain menikmati keindahan arsitekturnya, pengunjung dapat mempelajari sejarah dan budaya Minangkabau melalui koleksi benda-benda bersejarah yang dipamerkan.

Koleksi di dalam istana ini, termasuk pakaian adat, peralatan kerajaan, serta berbagai artefak yang menggambarkan kehidupan masyarakat Pagaruyung di masa lalu.

Disamping itu, Istana ini juga memiliki pemandangan alam yang berlatar belakang pegunungan dan hamparan sawah.

Sebagai simbol kejayaan Kerajaan Pagaruyung, Istana Basa Pagaruyung tidak hanya berfungsi sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai pusat pelestarian budaya Minangkabau.

Pengunjung bisa datang ke Istana Ini mulai dari jam 08.00-18.00 setiap hari. (Dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata13 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati