Tradisi

Keunikan Tradisi Ngarak Kebo Bule Masyarakat Kranggan Bekasi

Masyarakat di daerah Kranggan, Bekasi, Jawa Barat, memiliki sebuah ritual unik yang berlangsung setiap delapan tahun sekali, bernama Sedekah Bumi Ngarak Kebo Bule. Ritual ini melibatkan iring-iringan dan pemakaman kebo bule (kerbau albino). Tradisi ngarak kebo bule telah berlangsung hampir 500 tahun, dengan penentuan tanggal yang tidak sembarangan, menggunakan perhitungan hari baik dan bulan baik. Masyarakat […]

Oleh Anisa Kurniawati

Keunikan Tradisi Ngarak Kebo Bule Masyarakat Kranggan Bekasi
Foto: Tangkapan layar youtube Disparbud Kota Bekasi
Diterbitkan

Masyarakat di daerah Kranggan, Bekasi, Jawa Barat, memiliki sebuah ritual unik yang berlangsung setiap delapan tahun sekali, bernama Sedekah Bumi Ngarak Kebo Bule. Ritual ini melibatkan iring-iringan dan pemakaman kebo bule (kerbau albino). 

Tradisi ngarak kebo bule telah berlangsung hampir 500 tahun, dengan penentuan tanggal yang tidak sembarangan, menggunakan perhitungan hari baik dan bulan baik.

Masyarakat Kranggan terus menjaga tradisi ini di tengah perkembangan zaman, menjadikannya bagian dari kebutuhan spiritual mereka.

Prosesi Tradisi Ngarak Kebo Bule

Upacara adat ini diadakan setiap delapan tahun sekali, bertepatan dengan Tahun Alif dalam penanggalan Jawa. Ritual dilaksanakan selama tiga hari tiga malam. 

Acara Sedekah Bumi ini meliputi berbagai kegiatan seperti pertunjukan topeng Betawi, pencak silat, dan arak-arakan kebo bule, yang diakhiri dengan doa dan makan bersama. Ritual pemakaman kepala kebo bule dilakukan sebagai bentuk syukur.

Prosesi ritual dimulai dengan arak-arakan kepala kerbau bule (albino) keliling kampung. Warga membawa sesajian hasil bumi seperti buah-buahan, kue, ikan, daging, dan nasi lima warna.

Sesaji itu diletakkan dalam wadah jalinan bambu beralaskan daun pisang berukuran 1,5 m x 1,5 m.

Setelah diarak, kepala kerbau tersebut dimakamkan sebagai simbol penghormatan kepada leluhur dan alam. Arak-arakan dimulai dari Rumah Adat Kranggan dan berakhir di lokasi yang telah disiapkan. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama setelah doa dipanjatkan.

Warisan Budaya TakBenda

Tradisi yang juga disebut “tahun alif”, melibatkan serangkaian kegiatan selama tiga hari. Beberapa diantaranya yaitu pertunjukan seni seperti pencak silat, topeng, jaipong, wayang golek, dan wayang kulit. Puncak acaranya berupa arak-arakan kebo bule dan Sedekah Bumi.

Tujuan sedekah bumi ini untuk memanjatkan doa demi kesuksesan masyarakat. Selain itu untuk melestarikan budaya, menjalin silaturahmi, dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar masyarakat mendapatkan kesuksesan dan keberkahan dalam hidup. 

Pada tahun 2025 Pemda Provinsi Jawa Barat, tradisi Ngarak Kebo Bule Kranggan, Kota Bekasi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Jabar (WBTB) 2025 bersama 42 karya budaya lainnya.  (Dari berbagai sumber)

TopikTradisi
Tradisi14 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati