Cerita Rakyat

Kisah Calon Arang, Dari Cerita Rakyat ke Pentas Seni Bali

Calon Arang merupakan cerita rakyat yang berkembang di tanah Jawa dan Bali. Dalam tradisi Jawa, kisah ini tertulis dalam naskah lontar bertarikh 1540 M. Sementara dalam tradisi Bali, kisah ini hidup secara lisan dari mulut ke mulut. Cerita rakyat ini dikisahkan kembali dalam berbagai genre, seperti novel, drama, komik, sendratari, bahkan film animasi. Versi ceritanya […]

Oleh Anisa Kurniawati

Kisah Calon Arang, Dari Cerita Rakyat ke Pentas Seni Bali
Sendratari Calon Arang. Foto: Wikimedia Commons/ Crisco 1492
Diterbitkan

Calon Arang merupakan cerita rakyat yang berkembang di tanah Jawa dan Bali. Dalam tradisi Jawa, kisah ini tertulis dalam naskah lontar bertarikh 1540 M. Sementara dalam tradisi Bali, kisah ini hidup secara lisan dari mulut ke mulut. 

Cerita rakyat ini dikisahkan kembali dalam berbagai genre, seperti novel, drama, komik, sendratari, bahkan film animasi. Versi ceritanya bermacam-macam. Calon Arang digambarkan sebagai sosok janda jahat tukang teluh. 

Calon Arang dan Ratna Manggali

Diceritakan di desa bernama Girah, ada janda bernama Calon Arang. Ia mempunyai anak perempuan sangat cantik bernama Ratna Manggali. Berkat kecantikannya banyak pemuda terpikat, namun tidak berani meminang Ratna. 

Hal ini dikarenakan Calon Arang dikenal sebagai janda jahat yang suka menggunakan ilmu hitam. Konon, Calon arang merupakan penyihir sakti mandraguna yang menyembah Dewi Durga dan bisa berubah menjadi Leak.

Dari anggapan warga, muncul desas-desus, Ratna Manggali sebagai perempuan yang tidak laku. Mendengar gunjingan itu, Calon Arang marah, dia pun memerintahkan semua muridnya menyebarkan penyakit ke pesisir kerajaan Kediri.

Kondisi Desa Girah kacau akibat serangan wabah yang sulit dikendalikan. Para tetua desa pun bermusyawarah untuk meminta Raja Airlangga datang ke desa guna melihat langsung keadaan masyarakat yang terkena wabah.

Pernikahan Ratna Manggali

Setelah mempertimbangkan situasi, Raja Airlangga meminta Empu Bahula menikahi Ratna Manggali, putri Calon Arang. Sang raja berharap bahwa melalui pernikahan ini, Calon Arang akan berhenti menyebarkan wabah penyakit. 

Mendengar kabar ini, Calon Arang merasa sangat bahagia. Ia pun menggelar pesta selama tujuh hari tujuh malam. Ratna Manggali dan Empu Bahula pun merasa gembira dan saling mencintai.

Setelah pesta berakhir, Empu Bahula mulai melaksanakan tugasnya. Ia bertanya kepada istrinya, Ratna Manggali, tentang sumber kesaktian ibunya. Ratna Manggali menjelaskan bahwa kesaktian Calon Arang berasal dari sebuah kitab sihir.

Fungsi kitab itu dapat digunakan memanggil Betari Durga. Kitab itu sangat penting dan selalu berada di tangan Calon Arang. Mengetahui rahasia itu, Empu Bahula menyusun rencana mencuri kitab. 

Hadirnya Kedamaian dan Tafsir Sendratari

Pada suatu malam, ia menyelinap ke kamar Calon Arang dan berhasil mengambil kitab itu. Setelahnya, kitab itu ia serahkan kepada gurunya, Empu Baradah. Ketika mengetahui kitab sihirnya dicuri, Calon Arang menjadi sangat marah.

Singkat cerita, Calon Arang dan Empu Baradah bertarung. Pertarungan sengit ini dimenangkan Empu Baradah. Kematian Calon Arang membawa kedamaian bagi masyarakat, yang kini terbebas dari ancaman ilmu hitam.

Kisah Calon Arang oun kemudian dihidupkan ke berbagai tafsir baru.

Misalkan seperti Sendratari Calon Arang, garapan tari kreasi yang biasa dipentaskan dengan latar budaya Bali. Dalam sendratari ini , Calon Arang merupakan simbol kekuasaan perempuan walau tanpa mahkota. (Dari berbagai sumber)

TopikCerita Rakyat
Cerita Rakyat24 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Cerita Rakyat

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati