By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Kresesek dan Sarung Rimpu Ciri Khas Baju Adat Sumbawa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Warisan Budaya > Kresesek dan Sarung Rimpu Ciri Khas Baju Adat Sumbawa
Warisan Budaya

Kresesek dan Sarung Rimpu Ciri Khas Baju Adat Sumbawa

Achmad Aristyan
Last updated: 04/01/2025 16:12
Achmad Aristyan
Share
Kain Rimpu yang menjadi baju adat Suku Mbojo di Bima. Foto: sumbawanews.com
SHARE

Salah satu daerah yang memiliki baju adat unik khas Nusantara adalah Sumbawa, sebuah pulau yang terletak di Indonesia bagian tengah. Ciri khas baju adat ini mencerminkan budaya dan tradisinya.

Melansir dari indonesiakaya.com, Sumbawa dihuni dua suku besar, Samawa yang tinggal di Sumbawa Barat dan Mbojo yang berada di wilayah Bima. Masing-masing suku ini memiliki baju adat yang kaya akan nilai budaya.

Pengaruh Budaya Makassar 

Baju adat Sumbawa Barat sangat dipengaruhi kedatangan masyarakat Makassar pada masa lalu. Hal ini tercermin dari desain dan gaya pakaian adat yang mirip dengan baju bodo khas Makassar. 

Baju bodo sendiri adalah pakaian tradisional wanita Makassar yang terkenal dengan bentuknya yang sederhana dan tidak berkerah, biasanya dikenakan dengan kain sarung.

Begitu juga dengan baju adat tradisional daerah Sumbawa Barat, yang mengenakan kain dengan motif dan hiasan yang serupa dengan baju bodo. 

Kain tenun yang dikenakan pada baju adat ini semakin mempertegas hubungan budaya yang erat antara dua daerah Sumbawa Barat dan Makassar.

Sarung Kresesek

Dilansir dari koropak.co.id, yang membedakan pakaian adat Sumbawa adalah penggunaan sarung tenun khas daerah yang dikenal dengan sebutan kresesek.

Sarung ini terbuat dari benang tenun yang diproses dengan cara khas, menghasilkan corak unik. 

Sarung kresesek digunakan di bagian bawah pakaian adat, sebagai pelengkap yang menambah keindahan dan keunikan baju adat Sumbawa.

Motif dan warna yang ada pada sarung kresesek memperlihatkan kearifan lokal yang telah diwariskan masyarakat Sumbawa secara turun temurun.

Sarung Kresesek yang jadi salah satu ornament dalam pakaian adat Bumbawa. Foto: indonesiakaya.com

Kain Rimpu, Penutup Kepala

Sementara itu, di wilayah Bima yang dihuni suku Mbojo, baju adat mereka lebih didominasi penggunaan kain sarung. Sarung ini tidak hanya dikenakan pada bagian tubuh bawah, tetapi juga digunakan di bagian kepala sebagai penutup. 

Sarung ini dikenal dengan nama rimpu, dan sering dipakai wanita suku Mbojo sebagai penutup kepala. Kain rimpu yang dikenakan sebagai penutup kepala ini menunjukkan betapa dalamnya nilai-nilai keagamaan dan sosial dalam budaya masyarakat Bima.

Kekayaan Budaya

Secara keseluruhan, baju adat ini memiliki kekayaan sejarah dan kearifan budaya yang sangat menarik. Baik baju adat khas Sumbawa Barat yang mirip dengan baju bodo Makassar, maupun baju adat suku Mbojo.

Persamaannya adanya penggunaan sarung rimpu, keduanya menunjukkan betapa pentingnya kain dan sarung dalam kehidupan masyarakat Sumbawa. (Dari berbagai sumber)

You Might Also Like

Dimba Nggowuna, Warisan Musik Tradisional Sulawesi Tenggara

Mengungkap Asal Usul Nama Indonesia dan Penemunya

Membuka Kuluk Beselang Mertuo, Penutup Kepala Khas Jambi

Filososfi Di Balik Sendratari Giri Gora Dahuru Daha

Pakaian Adat Suku Asmat Papua, Dari Alam untuk Manusia

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Achmad Aristyan
Content Writer
Previous Article Yogyakarta Janjikan Banyak Event Wisata Menarik Tahun 2025
Next Article Sarapan Beseprah, Simbol Kebersamaan Masyarakat Kutai
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?