Bubur Gunting merupakan salah satu kuliner khas Singkawang, Kalimantan Barat, yang memiliki sejarah panjang sebagai warisan masyarakat keturunan Tionghoa di daerah itu.
Dalam bahasa aslinya, makanan ini disebut Liuk Theu San atau bubur kacang hijau serasa intan.
Nama Bubur Gunting sendiri berasal dari cara penyajiannya, dimana cakwe yang digunakan sebagai topping dipotong dengan gunting sebelum disajikan.
Komposisi dan Cara Pembuatan
Meskipun namanya unik, Bubur Gunting tidak berisi gunting, melainkan campuran kacang hijau atau kedelai kupas yang dimasak dalam kuah kental manis.
Hidangan ini disajikan dalam mangkuk kecil dengan potongan cakwe yang empuk dan gurih. Beberapa kedai mempertahankan resep tradisionalnya dengan membuat cakwe sendiri agar cita rasanya tetap otentik.
Proses pembuatan Bubur Gunting memerlukan kesabaran karena kuahnya dimasak dalam waktu lama hingga mencapai kekentalan yang pas.
Beberapa bahan utama digunakan dalam pembuatan Bubur Gunting untuk menciptakan cita rasa khasnya. Tepung kanji ditambahkan agar kuah memiliki tekstur yang kental dan lembut.
Sementara itu, kacang hijau atau kedelai kupas berperan sebagai bahan utama pemberi rasa gurih dan kaya nutrisi. Agar aroma lebih harum, daun pandan dimasukkan ke dalam rebusan.
Sebagai pemanis alami, gula putih digunakan agar rasa bubur menjadi lebih lezat dan seimbang. Setelah semua bahan dimasak dalam wadah besar dengan air, adonan kuah harus terus diaduk agar tidak menggumpal.
Beberapa pedagang memiliki metode berbeda dalam memasak kacang hijau, ada yang merebusnya, sementara yang lain lebih memilih mengukus agar teksturnya tetap utuh.
Baca juga: 6 Hidangan Istimewa Khas Perayaan Cap Go Meh Singkawang
Harga Terjangkau dan Daya Tarik Kuliner
Bubur Gunting dikenal sebagai jajanan yang lezat dan ramah di kantong. Harganya cukup terjangkau, yakni sekitar Rp5.000 per porsi.
Makanan khas ini selalu menjadi favorit, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Singkawang, terutama saat perayaan Cap Go Meh.
Selain rasanya yang khas, Bubur Gunting juga memiliki filosofi tersendiri.
Kacang hijau melambangkan ketahanan dan harapan, sementara cakwe yang dipotong dengan gunting mencerminkan kehidupan yang terus berkembang dan beradaptasi.