Budaya

Makanan Khas Karedok Sunda, Salad Tradisional Asli Indonesia

Bila Anda penggemar salad, karedok mungkin menjadi pilihan tepat untuk dinikmati. Makanan khas Jawa Barat ini menawarkan perpaduan sayuran segar dengan bumbu kacang yang kaya rasa dan tetapi juga menyehatkan. Karedok, menurut budayawan Ajip Rosidi dalam Ensiklopedi Sunda: Alam, Manusia, dan Budaya, merupakan makanan khas Sunda yang biasa disantap bersama nasi. Hidangan ini memiliki tiga […]

Oleh Achmad Aristyan

Makanan Khas Karedok Sunda, Salad Tradisional Asli Indonesia
Karedok, makanan khas Sunda yang lezat dan menyehatkan. Foto: Wikipedia/Gunawan Kartapranata
Diterbitkan

Bila Anda penggemar salad, karedok mungkin menjadi pilihan tepat untuk dinikmati. Makanan khas Jawa Barat ini menawarkan perpaduan sayuran segar dengan bumbu kacang yang kaya rasa dan tetapi juga menyehatkan.  

Karedok, menurut budayawan Ajip Rosidi dalam Ensiklopedi Sunda: Alam, Manusia, dan Budaya, merupakan makanan khas Sunda yang biasa disantap bersama nasi.

Hidangan ini memiliki tiga variasi utama:  

  1. Karedok Leunca: Menggunakan leunca hijau sebagai bahan utama, dengan bumbu dari terasi, kencur, gula, bawang putih, garam, dan kemangi.  
  2. Karedok Terong: Terbuat dari terong lalap yang sering ditambah kacang panjang, tauge, mentimun, dan kol, dengan bumbu khas yang melibatkan oncom.  
  3. Karedok Kacang Panjang: Memiliki bumbu serupa karedok terong, tetapi menggunakan kacang panjang sebagai bahan utamanya, lengkap dengan tambahan cabai untuk rasa pedas.  

Proses pembuatan sederhana dengan penuh cita rasa menjadikan karedok sajian otentik Nusantara.  

Baca juga: Soto Karang, Kuliner Unik dari Lereng Gunung Lawu Karanganyar

Asal Usul Karedok  

Dilansir dari indonesiakaya.com, asal-usul karedok memiliki dua versi utama. Pertama, legenda lokal menyebutkan bahwa karedok berasal dari Desa Karedok, Sumedang. 

Hidangan ini konon menjadi favorit Pangeran Soeria Atmadja setelah disuguhkan penduduk setempat ketika ia kelelahan usai menangkap ikan. Versi kedua, berdasarkan penelitian sejarah, mengaitkan karedok dengan kebiasaan makan lalapan masyarakat Sunda

Filosofi Budaya Sunda  

Karedok adalah cerminan hubungan harmonis masyarakat Sunda dengan alam. Kebiasaan makan lalapan menunjukkan penghargaan terhadap makanan alami yang diolah secara sederhana.

Menurut Unus Suriawiria, ahli mikrobiologi, konsumsi lalapan mencerminkan kesederhanaan dan filosofi hidup orang Sunda, yakni menikmati kenikmatan dari alam tanpa proses yang rumit.  

Baca juga: Sindang Reret, Spesialis Makanan Sunda Legendaris

Popularitas Karedok  

Sebagai makanan berbahan dasar sayuran segar, karedok kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Kandungan gizinya menjadikannya pilihan ideal untuk pola makan sehat. 

Tak heran jika karedok tidak hanya populer di Jawa Barat, tetapi juga diterima luas di berbagai daerah di Indonesia. Dengan segala keunikan dan nilai budayanya, karedok adalah bukti bahwa kuliner Indonesia memiliki daya tarik dan nilai tinggi, baik secara lokal maupun global. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya09 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan