Budaya

Manis dan Legitnya Timphan, Kue Tradisional Khas Aceh

Timphan merupakan salah satu kuliner tradisional khas Aceh yang bercita rasa manis dan tekstur lembut. Kue ini terbuat dari campuran tepung ketan, santan, dan pisang ibungkus daun pisang. Biasanya kue ini disajikan pada saat perayaan hari raya keagamaan. Dalam budaya Aceh, Timphan memiliki makna mendalam. Bahkan, ada peribahasa dalam bahasa Aceh , “Uroe goet buluen […]

Oleh Anisa Kurniawati

Manis dan Legitnya Timphan, Kue Tradisional Khas Aceh
Timphan tidak hanya dikenal sebagai camilan, tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya kuliner Aceh. Foto: Pinterest/Malza
Diterbitkan

Timphan merupakan salah satu kuliner tradisional khas Aceh yang bercita rasa manis dan tekstur lembut. Kue ini terbuat dari campuran tepung ketan, santan, dan pisang ibungkus daun pisang.

Biasanya kue ini disajikan pada saat perayaan hari raya keagamaan. Dalam budaya Aceh, Timphan memiliki makna mendalam.

Bahkan, ada peribahasa dalam bahasa Aceh , “Uroe goet buluen goet Timphan ma peugoet beumeuteme rasa.” Artinya yaitu “Hari baik bulan baik, timphan buatan ibu harus dapat kurasakan.” 

Keunikan Kue Timphan

Timphan tidak hanya dikenal sebagai camilan, tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya kuliner Aceh yang kerap hadir di berbagai momen istimewa.

Kue ini bentuknya yang pipih dan panjang, serta balutan daun pisang muda yang memberikan aroma harum khas. Rasanya yang manis dan legit, menjadikannya favorit di kalangan masyarakat Aceh.

Keunikan lainnya terletak pada isiannya yang bervariasi, seperti serikaya dan kelapa manis. Hidangan ini biasanya disajikan saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta acara adat lainnya..

Biasanya, kue ini dibuat satu atau dua hari sebelum Hari Raya agar siap disajikan untuk para tamu yang datang bersilaturahmi. Timphan juga baik dimana selama satu minggu, menjadikannya pilihan praktis sebagai suguhan khas.

Proses Pembuatan

Timphan dapat dibuat dengan mudah, bahkan bisa dibuat dirumah. Berikut caranya: 

  • Bahan-bahannya terdiri dari tepung ketan, santan kental, air kapur sirih, pisang raja yang dihaluskan, garam, dan daun pisang muda untuk membungkus.
  • Isiannya terdiri dari telur ayam, santan kental, gula pasir, nangka matang yang dicincang kecil, tepung terigu, kelapa muda parut halus, daun pandan dan vanili.
  • Cara membuatnya diawali dengan mencampurkan : tepung ketan, pisang halus, santan, air kapur sirih, dan garam hingga tercampur rata untuk adonan kulit.
  • Siapkan daun pisang muda, olesi dengan minyak agar tidak lengket. Ambil sedikit adonan kulit, pipihkan di atas daun, isi dengan adonan isian, lalu gulung dan bungkus seperti lontong kecil.
  • Bungkusan itu dikukus selama kurang lebih 10 menit hingga matang.

Cara membuat isiannya :

  • Kocok telur dan gula hingga mengental dengan mixer.
  • Tambahkan tepung terigu dan santan, aduk rata.
  • Masukkan nangka cincang dan kelapa muda parut, serta daun pandan.
  • Masak adonan di atas api kecil hingga kental.
  • Setelah matang, tambahkan vanili, aduk dan biarkan dingin sebelum digunakan sebagai isian.

Hingga kini, timphan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner Aceh.

Selain mudah ditemukan di berbagai warung dan rumah makan, membuat timphan sendiri di rumah adalah cara terbaik untuk merasakan kelezatan autentik kue khas ini.

TopikBudaya
Budaya28 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati