By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Brekecek Pathak Jahan, Kuliner Tradisional Lezat Khas Cilacap
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Warisan Budaya > Brekecek Pathak Jahan, Kuliner Tradisional Lezat Khas Cilacap
Warisan Budaya

Brekecek Pathak Jahan, Kuliner Tradisional Lezat Khas Cilacap

Anisa Kurniawati
Last updated: 12/01/2025 04:47
Anisa Kurniawati
Share
Foto: Indonesia.go.id/ Intan Deviana Safitri
SHARE

Kota di pesisir selatan Jawa Tengah yakni Cilacap, ternyata memiliki kekayaan kuliner yang khas dan unik, salah satunya adalah brekecek pathak jahan.

Hidangan enak dan lezat ini berbahan dasar ikan laut, khususnya kepala ikan jahan, yang menjadi salah satu komoditas utama daerah di wilayah Cilacap.

Melansir dari laman Indonesia.go.id, Brekecek berasal dari kata “brek” yang berarti ‘dijatuhkan’ dan “kecek” yang berarti ‘dicampur’. Hal ini merujuk pada proses memasak di mana ikan dijatuhkan ke dalam bumbu yang sudah dicampur air. 

Sementara itu, pathak dalam bahasa Jawa berarti ‘kepala’, mengacu pada bagian kepala ikan jahan yang menjadi bahan utama. Ikan ini dipilih karena cita rasa khasnya.

Bagian yang digunakan bukan bagian tubuh ikan Jahan, tetapi kepala ikan yang memberikan sensasi saat menyedot dan menyeruput kaldu ikan yang sangat gurih.

Meski ikan jahan menjadi pilihan utama untuk menghadirkan sajian yang enak, beberapa jenis ikan laut lain seperti lumadang dan abangan juga cocok untuk diolah menjadi sajian brekecek.

Bagian badan ikan jahan ternyata tidak terbuang sia-sia. Selama inu, Masyarakat Cilacap telah memanfaatkannya untuk membuat ikan asin jambal roti yang memiliki nilai ekeonomi cukup tinggi.

Proses Pembuatan Brekecek

Membuat sajian kuliner brekecek pathak jahan cukup sederhana. Pertama, kepala ikan segar adalah kunci untuk mendapatkan kaldu yang memiliki cita rasa gurih.

Bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica, kemiri, kunyit, jahe, cabai merah keriting, dan cabai rawit harus ditumis hingga matang dan harum.

Setelah itu, air ditambahkan ke dalam bumbu yang ditumis, lalu kepala ikan dimasukkan tanpa digoreng terlebih dahulu.

Bumbu pelengkap seperti daun salam, lengkuas, serai, daun jeruk, daun kemangi, irisan tomat muda, dan asam jawa atau belimbing wuluh turut menambah cita rasa. 

Gula dan garam ditambahkan untuk menyempurnakan rasa. Brekecek pathak jahan dengan cita rasa pedas, gurih, dan berkuah segar pun siap dihidangkan panas-panas dengan nasi putih hangat.

Pengakuan Resmi dan Promosi

Meski telah lama dikenal, brekecek pathak jahan baru diresmikan sebagai makanan khas Cilacap pada tahun 2014 oleh Bupati Cilacap saat itu yaitu Tatto Suwarto Pamuji.

Demi mempopulerkan kuliner tradisional ini agar kian populer, sebuah rumah makan yang menyajikan menu utama brekecek pathak jahan diresmikan pada tahun 2015.

Rumah makan ini, yang dikelola oleh Ibu Widi, melayani pelanggan setiap hari dan menjadi tempat favorit bagi masyarakat lokal dan wisatawan yang berwisata ke Cilacap.

Selain itu, Hotel Dafam Cilacap juga ikut melestarikan dan mempromosikan brekecek melalui menu andalannya di Rafless Resto dan acara Festival Brekecek.

Kini, brekecek pathak jahan semakin populer di kalangan pecinta kuliner. Rumah makan ermunculan di berbagai lokasi, menawarkan variasi hasil laut seperti udang dan cumi, serta daging ayam atau enthok yang diolah dengan cara yang sama.

Brekecek diharapkan menjadi daya tarik kuliner yang tak kalah dengan hidangan nusantara lainnya, memperkaya ragam kuliner Indonesia yang sudah mendunia.

You Might Also Like

Melihat Keindahan dan Keunikan Masjid Agung Sumenep Madura

Memahami Filosofi Habonaron Do Bona Di Simalungun

Membuka Rahasia Cita Rasa Rujak Cingur Khas Surabaya

Kesegaran Rasa Rujak Kuah Pindang, Kuliner Unik Khas Bali 

Mengenal Siwar Alat Tradisional Khas Lahat

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Perpaduan Dua Budaya Dalam Seni Tari Jalungmas Cilacap
Next Article Jejak Perebutan Perdagangan Rempah di Benteng Tolukko Ternate
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?