By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanusemmanusemmanus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Jejak Perebutan Perdagangan Rempah di Benteng Tolukko Ternate
Share
Font ResizerAa
emmanusemmanus
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus > Blog > Pariwisata > Jejak Perebutan Perdagangan Rempah di Benteng Tolukko Ternate
Pariwisata

Jejak Perebutan Perdagangan Rempah di Benteng Tolukko Ternate

Anisa Kurniawati
Last updated: 12/01/2025 05:03
Anisa Kurniawati
Share
Salah satu daya tarik dari benteng ini adalah adanya lorong rahasia. Foto: Pinterest/ Udiyani
SHARE

 

Di Ternate, Maluku Utara berdiri sebuah benteng peninggalan kolonial bernama Benteng Tolukko.Benteng ini menjadi saksi konfrontasi antara Portugis, Belanda, dan Kesultanan Ternate dalam menguasai perdagangan rempah. 

Lokasi tepatnya berada di Kelurahan Sangaji, Ternate Utara, Ternate, Maluku Utara. Nama “Tolukko” memiliki beberapa versi cerita. Pertama, diambil dari nama penguasa kesepuluh di singgasana Ternate, yakni Kaicil Tolukko.

Namun, karena sultan ini baru memerintah pada 1692, maka tidak mungkin nama benteng ini diberikan mengikuti nama sultan itu.

Versi lain menyebutkan bahwa nama itu merupakan adaptasi dari nama Santo Lucas. Namun masyarakat Ternate mengalami kesulitan dalam melafalkan nama asli benteng itu. Sehingga menyingkatnya disebut dengan Tolukko. 

Sejarah Awal Benteng Tolukko

Benteng Tolukko, awalnya dikenal dengan nama Benteng Santo Lucas, didirikan panglima Portugis Fransisco Serrao pada tahun 1540. Benteng ini dirancang sebagai pusat pertahanan dan penyimpanan rempah Ternate, terutama cengkeh.

Lokasinya yang strategis di puncak bukit dekat perairan memungkinkan Portugis untuk mengawasi pergerakan di Istana Kesultanan Ternate dan sekitarnya. Namun, kekuasaan Portugis di Ternate tidak bertahan lama. 

Setelah perlawanan sengit yang dipimpin oleh Sultan Baabullah, Portugis berhasil diusir pada tahun 1577. Benteng Tolukko kemudian dikuasai Kesultanan Ternate.

Peran Belanda dan Transformasi Benteng

Belanda kemudian datang dan mengambil alih benteng ini. Setelah melakukan beberapa renovasi, mereka mengganti nama benteng menjadi Benteng Hollandia pada tahun 1610. Benteng ini menjadi salah satu pusat pertahanan Belanda di Ternate.

Pada saat itu digunakan untuk menghadapi ancaman dari bangsa Eropa lainnya, seperti Spanyol. Selain itu juga untuk menjaga kepentingan perdagangan mereka.

Benteng ini dilengkapi dengan fasilitas militer, termasuk barak tentara, gudang senjata, dan tempat penyimpanan logistik. 

Menurut catatan sejarah Belanda, pada tahun 1612 terdapat sekitar 15 hingga 20 tentara yang bertugas di sana, dilengkapi dengan persenjataan lengkap

Gubernur Jacques le Febre pada tahun 1627 menambah dua menara kecil untuk memperkuat benteng.

Benteng Tolukko di Masa Kini

Meskipun telah mengalami berbagai perubahan kekuasaan, Benteng Tolukko tetap berdiri megah hingga kini. Setelah Indonesia merdeka, benteng ini dipugar pada tahun 1996 untuk melestarikan nilai sejarahnya. 

Salah satu daya tarik dari benteng ini adalah adanya lorong rahasia. Konon lorong ini menghubungkan langsung ke wilayah pantai. Akan tetapi sekarang lorong itu telah ditutup demi alasan keamanan.

Benteng Tolukko kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang populer di Ternate. Pengunjung dapat mengeksplorasi benteng ini dan belajar tentang peran penting Ternate dalam perdagangan rempah-rempah global pada masa lalu. 

Dengan kekayaan sejarah yang dimilikinya, Benteng Tolukko tidak hanya menjadi simbol dari masa kolonial tetapi juga menjadi warisan budaya yang penting bagi Indonesia.

Sebagai saksi bisu dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Maluku, Benteng Tolukko terus menarik minat wisatawan dan peneliti sejarah yang ingin memahami lebih dalam tentang masa lalu yang penuh dinamika di Ternate. (Dari berbagai sumber)

You Might Also Like

Pantai Tanjung Tinggi, Latar Ikonik Film Laskar Pelangi

Menyusuri Sungai Maron, Amazon Di Pacitan

Museum Airlangga, Harta Karun Purbakala di Kediri

Geopark Meratus dan Kebumen Masuk Warisan Alam dan Budaya Dunia

Wisata Alam dan Religi di Situ Lengkong Panjalu Ciamis

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Brekecek Pathak Jahan, Kuliner Tradisional Lezat Khas Cilacap
Next Article Patrick Kluivert Yakin Loloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanusemmanus
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?