Tradisi

Manjujai: Pengasuhan Anak Berbasis Nilai Budaya Minangkabau

Program sosialisasi Manjujai digelar untuk melestarikan tradisi pengasuhan balita yang sehat, berakar dari budaya lokal Minangkabau. Program ini diharapkan bisa mempertahankan kearifan lokal di tengah masyarakat Kota Padang. Dilansir dari infopublik.id, tradisi Manjujai juga dikenal sebagai jujai adalah kebiasaan turun-temurun masyarakat Minangkabau di Sumatra Barat. Melalui sosialisasi ini, konsep Manjujai diperkenalkan kepada kepala sekolah Taman Kanak-Kanak (TK), Pendidikan Anak Usia […]

Oleh Anisa Kurniawati

Manjujai: Pengasuhan Anak Berbasis Nilai Budaya Minangkabau
Diterbitkan

Program sosialisasi Manjujai digelar untuk melestarikan tradisi pengasuhan balita yang sehat, berakar dari budaya lokal Minangkabau. Program ini diharapkan bisa mempertahankan kearifan lokal di tengah masyarakat Kota Padang.

Dilansir dari infopublik.id, tradisi Manjujai juga dikenal sebagai jujai adalah kebiasaan turun-temurun masyarakat Minangkabau di Sumatra Barat. Melalui sosialisasi ini, konsep Manjujai diperkenalkan kepada kepala sekolah Taman Kanak-Kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan kader PKK di Kecamatan Lubuk Begalung.

Harapannya, mereka dapat menerapkan prinsip-prinsip Manjujai dalam pengasuhan dan pendidikan anak sehari-hari.

Camat Lubuk Begalung, Nofiandi Amir, menjelaskan bahwa tradisi ini berperan penting dalam perkembangan anak dan melibatkan peran kolektif masyarakat.

“Manjujai diambil dari istilah ‘manunjuk a jo maajai’, di mana tanggung jawab pengasuhan tidak hanya di tangan keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar. Tradisi ini mengajarkan bahwa anak-anak membutuhkan lingkungan yang memberi stimulasi positif, rasa nyaman, cinta, serta menghargai budaya dan nilai moral,” kata Nofiandi di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Kota Padang, Jumat (1/11/2024).

Ia menambahkan bahwa pelestarian tradisi ini memiliki dampak positif bagi karakter anak di Kota Padang, sejalan dengan filosofi ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’ yang mengakar kuat di Sumatra Barat.

“Sosialisasi Manjujai ini menjadi langkah konkret bagi Kecamatan Lubuk Begalung dalam memperkenalkan budaya Minangkabau sejak dini,” tambahnya.

Nofiandi berharap sosialisasi di Kecamatan Lubuk Begalung ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kota Padang untuk mengaplikasikan pola pengasuhan berbasis budaya lokal.

TopikTradisi
Tradisi03 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati