Budaya

Mantau, Camilan Khas Balikpapan Hasil Akulturasi Budaya

Mantau merupakan roti yang jadi salah satu makanan khas Balikpapan, Kalimantan Timur. Kudapan ini bukan sekadar roti biasa, karena merupakan hasil dari akulturasi budaya Tiongkok dengan tekstur lembut dan rasa gurih yang menggugah selera. Asal-usul camilan ini dapat ditelusuri hingga negeri tirai bambu, Tiongkok. Melalui Jalur Dagang Melansir dari bake.co.id, Mantau adalah pengembangan dari “mantou,” […]

Oleh Anisa Kurniawati

Mantau roti khas Balikpapan, Kalimantan Timur
Mantau merupakan kuliner hasil akulturasi dengan budaya Tiongkok. Foto: Instagram/@momsky_kitchens
Diterbitkan

Mantau merupakan roti yang jadi salah satu makanan khas Balikpapan, Kalimantan Timur. Kudapan ini bukan sekadar roti biasa, karena merupakan hasil dari akulturasi budaya Tiongkok dengan tekstur lembut dan rasa gurih yang menggugah selera. Asal-usul camilan ini dapat ditelusuri hingga negeri tirai bambu, Tiongkok.

Melalui Jalur Dagang

Melansir dari bake.co.id, Mantau adalah pengembangan dari “mantou,” yang berasal dari Tiongkok. Sejarahnya dimulai pada era Dinasti Zhou Timur (sekitar 771 SM), ketika masyarakat Tiongkok sudah mengenal teknik mengukus adonan tepung yang disebut “Yi.” Pada waktu itu, makanan ini menjadi salah satu makanan mewah di wilayah utara Tiongkok, terbuat dari bahan berkualitas dan memiliki rasa gurih manis yang khas. 

Melalui jalur perdagangan, roti ini masuk ke Indonesia dan menjadi makanan khas Balikpapan.

Bentuknya yang persegi panjang dengan permukaan bergelembung membuatnya mudah dikenali. Seiring berjalannya waktu, kuliner berkembang menjadi roti tanpa isi yang menyerupai bakpao. Kudapan ini biasanya disajikan dengan lauk seperti sapi lada hitam atau kepiting lada hitam, menjadikannya semakin nikmat. 

Baca Juga: Kue Lontar, Kudapan Istimewa Khas Papua

Perbedaan Isian

Meskipun dengan bakpao terlihat mirip, keduanya memiliki beberapa perbedaan mendasar. Perbedaan utama terletak pada isian, bakpao biasanya memiliki beragam isian, seperti daging, kacang, cokelat, atau keju, sementara Mantau tidak memiliki isian sama sekali, hanya berupa roti polos.

Cara penyajian juga berbeda. Bakpao biasanya dikukus dan disajikan dengan cara yang menarik, sementara mantau dapat disajikan dengan cara dikukus maupun digoreng. Tekstur kedua roti ini juga berbeda, mantau memiliki tekstur yang lebih padat, kenyal, dan elastis dibandingkan dengan bakpao yang lebih lembut. Bentuk mantau umumnya bulat, sedangkan bakpao menyerupai kelopak bunga teratai yang mekar.

 Bagian dari Budaya Kuliner 

Mantau bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya kuliner Balikpapan yang merupakan hasil dari pertemuan berbagai budaya. Dengan kombinasi cita rasa yang khas dan sejarah yang menarik, mantau menjadi simbol dari warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya06 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati