Masjid Raya Sabilal Muhtadin adalah masjid besar di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dibangun sejak 1974 dan diresmikan pada tahun 1981, masjid ini dikenal sebagai Benteng Tatas pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
Dinamakan Sabilal Muhtadin, karena sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap Ulama Besar alm. Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (1710—1812).
Ulama besar ini telah berperan besar dalam mengembangkan agama Islam di Kerajaan Banjar atau Kalimantan Selatan sekarang ini.
Berlokasi di Jalan Sudirman Banjarmasin, Masjid Raya Sabilal Muhtadin sendiri dibangun di atas tanah seluasnya 100.000. Lokasi ini sebelumnya adalah Komplek Asrama Tentara Tatas.
Pada waktu zaman kolonialisme Belanda tempat ini dikenal dengan Fort Tatas atau Benteng Tatas.
Bergaya Arsitektur Timur Tengah
Secara keseluruhan bangunan masjid ini unik, terdiri dari bangunan utama yang digunakan untuk beribadah dan menara. Di atas bangunan masjid terdapat kubah yang berbentuk bulat pipih.
Di sekeliling bangunan terdapat empat menara kecil setinggi 21 meter dan satu menara utama setinggi 45 meter.
Masjid Raya Sabilal Muhtadin mengadopsi gaya arsitektur Timur Tengah dan dikombinasikan dengan motif khas Kalimantan seperti bentuk tumbuh- tumbuhan. Hal ini dapat dilihat dari hiasan Kaligrafi bertuliskan ayat-ayat Al-Qur’an, As-Maul Husna dan nama 4 khalifah utama pertama.
Hiasan kaligrafi tersebut diukir pada bahan tembaga berwarna gelap dan untuk kaligrafi Asma’ul Husna yang ditulis dalam gaya Naski, Diwani, Riqah, Tsulus, dan Kufik.
Pintu utama masjid sendiri menerapkan prinsip desain Krawang dengan ukiran khas banjar sebagai upaya untuk memberikan keseimbangan antara bangunan fisik bangunan dan ornamen di dalamnya.
Menjadi Pusat Kajian Keislaman
Masjid Raya Sabilal Muhtadin memang ditujukan sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat Banjarmasin. Maka dari itu, terdapat Taman Maskot dan Siring Sungai Martapura yang menjadi objek wisata.
Masjid ini selain digunakan sebagai ibadah sehari-hari, juga sering dijadikan pusat kajian dan kegiatan keislaman, peringatan hari-hari besar Islam, hingga hampir setiap hari ada pengajian.
Selain itu, masjid ini juga dilengkapi dengan sarana pendidikan Sekolah Islam Sabilal Muhtadin. Di kompleknya juga terdapat kantor MUI Kalimantan Selatan.
Dilansir dari laman radarbanjarmasin.jawapos.com, Masjid Raya Sabilal Muhtadin dinobatkan sebagai masjid terbaik dalam Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (AMPeRa) 2024. (Dari berbagai sumber)