By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Melestarikan Sejarah Bangkalan di Museum Raden Segoro
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Pariwisata > Melestarikan Sejarah Bangkalan di Museum Raden Segoro
Pariwisata

Melestarikan Sejarah Bangkalan di Museum Raden Segoro

Anisa Kurniawati
Last updated: 06/02/2025 02:13
Anisa Kurniawati
Share
Mohammad Samsul Muarif menunjukkan tongkat komando Bung Karno dan Pusaka Nenggolo. Foto: radarmadura.jawapos.co
SHARE

Bangkalan, Madura dikenal memiliki banyak kolektor benda kuno dan bersejarah. Salah adalah Museum Alap-Alap Raden Segoro, milik Mohammad Samsul Muarif.

Museum Alap-Alap Raden Segoro berlokasi di Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Kota Bangkalan, tepatnya di lantai dua rumah Mohammad Samsul. Pembangunan museum ini dilakukan mandiri.

Targetnya sebagai pusat edukasi peninggalan Keraton Bangkalan di masa lampau.

Melestarikan Sejarah Kerajaan Bangkalan

Dilansir dari radarmadura.jawapos.com, Museum Alap-Alap Raden Segoro terdiri dari berbagai koleksi benda kuno. Mulai dari berbagai pusaka, cincin akik, dan batu permata.

Selain itu juga mencakup pusaka keraton seperti keris dan tombak warisan leluhur Raden Segoro Bangkalan. Dua pusaka yang paling bersejarah dalam koleksinya adalah nenggolo dan alugolo.

Menurut Samsul, nenggolo pernah digunakan dalam pertempuran melawan tentara Mongol. Secara keseluruhan, Samsul memiliki 120 bilah keris dan tombak dari zaman dahulu.

Selain itu, koleksinya juga mencakup sekitar 2.500 butir batu akik dan permata yang merupakan peninggalan Raden Segoro. Dia juga memiliki tongkat komando Bung Karno. Pengumpulan benda-benda ini sudah dimulai sejak tahun 2018.

Tujuan Samsul adalah untuk melestarikan warisan sejarah Keraton Bangkalan.

Bukti Kerajaan Bangkalan Pernah Ada

Samsul mengungkapkan bahwa benda-benda bersejarah ini hampir saja dijual ke luar negeri oleh ahli warisnya. Namun, ia berhasil menemui pewaris dan menebus benda-benda tersebut agar tetap berada di Indonesia. 

Baginya, menjaga peninggalan kerajaan sangat penting untuk membuktikan keberadaan Keraton Bangkalan secara nyata. Dengan adanya koleksi ini, ia ingin menepis anggapan bahwa kerajaan tersebut hanyalah mitos.

”Sehingga, bisa dilestarikan. Warisan kerajaan ini sebagai bukti sejarah bahwa keraton di Bangkalan benar-benar ada,” ujar Samsul. 

Sebagai langkah lanjutan, Samsul berencana untuk menata koleksinya dalam ruangan khusus yang menyerupai museum. Tujuan utamanya adalah menjadikan museum ini sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.

Sehingga mereka dapat belajar dan mengenal lebih dalam tentang pusaka serta benda bersejarah yang digunakan oleh Keraton Bangkalan di masa lalu.

Dengan adanya Museum Alap-Alap Raden Segoro, diharapkan warisan budaya dan sejarah Bangkalan dapat tetap terjaga serta dikenal masyarakat luas. Keberadaan museum ini menjadi bukti nyata bahwa Keraton Bangkalan memiliki sejarah yang kaya dan patut untuk dilestarikan.

You Might Also Like

Berpetualang di Waduk Manggar, Dari Memancing hingga Piknik

Melihat Kekayaan Budaya Dayak di Desa Pampang Samarinda

Menikmati Pantai dan Hutan Pantai Sowan Tuban

Wisata Pulau Biawak, Permata Tersembunyi di Laut Utara Jawa

Menyaksikan Seni, Budaya, dan Filosofi Bali di Museum Rudana

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Presiden Prabowo Bertekad Wujudkan Pemerintahan Bersih
Next Article Fadli Zon Usulkan Dangdut Warisan Budaya Takbenda UNESCO 
1 Comment 1 Comment
  • Pingback: Kisah Raden Segoro dan Awal Mula Pulau Madura - emmanus.com

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?