Budaya

Melestarikan Warisan Budaya Limau Baronggeh dan Saluang Pauh

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menetapkan Limau Baronggeh dan Saluang Pauh sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) melalui Keputusan Mendikbudristek Nomor 446/M/20258 Tahun 2024. Penetapan ini hasil proses panjang yang dimulai sejak 2023 dan bertujuan untuk melindungi eksistensi budaya lokal Kota Padang dari ancaman kepunahan atau klaim budaya di masa depan. “Pengakuan ini […]

Oleh Anisa Kurniawati

Limau Baronggeh
Prosesi upacara adat Limau Baonggeh di Sungai Pisang, Padang. Foto: Tangkapan layar Youtube Dispar Sumbar
Diterbitkan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menetapkan Limau Baronggeh dan Saluang Pauh sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) melalui Keputusan Mendikbudristek Nomor 446/M/20258 Tahun 2024.

Penetapan ini hasil proses panjang yang dimulai sejak 2023 dan bertujuan untuk melindungi eksistensi budaya lokal Kota Padang dari ancaman kepunahan atau klaim budaya di masa depan.

“Pengakuan ini sangat penting untuk melindungi Limau Baronggeh dan Saluang Pauh sebagai aset budaya Kota Padang, sekaligus menjaga warisan budaya ini agar tidak hilang,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Syamdani, dalam keterangan persnya, Selasa (26/11/2024) dikutip dari infopublik.id.

Limau Baronggeh adalah tradisi turun-temurun dari Kelurahan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Tradisi ini dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan dengan mengarak dulang berisi air perasan limau dan bedak.

Keunikan Limau Baronggeh terletak pada hiasan daun kelapa berbentuk motif burung yang menyimbolkan keindahan dan spiritualitas. Tradisi ini menjadi simbol kebersihan diri dan jiwa sebelum memasuki bulan suci.

Berbeda dengan Limau Baronggeh, Saluang Pauh menghadapi tantangan serius dalam pelestariannya. Seni musik tradisional khas ini kini hanya dikuasai oleh 3-5 orang seniman tua. “Jika tidak segera ada upaya pelestarian, seni Saluang Pauh berisiko punah, terutama di kalangan generasi muda,” tegas Syamdani.

Pengakuan sebagai WBTbI diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali minat terhadap Saluang Pauh, baik melalui pendidikan formal maupun program pelestarian budaya.

Limau Baronggeh dan Saluang Pauh menambah daftar budaya Kota Padang yang diakui sebagai WBTbI. Sebelumnya, budaya lain yang mendapatkan pengakuan serupa adalah:

  1. Tari Balanse Madam (2020)
  2. Gamad (2021)
  3. Rumah Gadang Kajang Padati (2022)
  4. Serak Gulo (2023)

Melalui pengakuan ini, Syamdani berharap generasi muda semakin sadar akan pentingnya melestarikan warisan budaya lokal. “Pengakuan ini adalah langkah besar, tetapi tugas kita belum selesai. Semua elemen masyarakat, khususnya generasi muda, harus berperan aktif menjaga tradisi ini tetap hidup,” pungkasnya.

Penetapan Limau Baronggeh dan Saluang Pauh sebagai WBTbI diharapkan menjadi pemicu semangat pelestarian budaya di Kota Padang dan Sumatra Barat secara keseluruhan.

TopikBudaya
Budaya01 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati