Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, berharap Museum Lambung Mangkurat dapat menjadi pusat budaya yang lebih berkembang di Kalimantan Selatan,
Saat kunjungan ke Banjarbaru, Sabtu (8/2/2025), Fadli Zon menyampaikan Museum Lambung Mangkurat, yang berdiri tahun 1907 dan didirikan pemerintah Belanda, memiliki nilai sejarah yang sangat kental, mencerminkan seni dan budaya Provinsi Kalimantan Selatan.
“Koleksi-koleksi yang dimiliki Museum Lambung Mangkurat sangat luar biasa, menceritakan perjalanan panjang peradaban di Kalimantan Selatan,” ujarnya dikutip dari Infopublik.id.
Fadli juga mengungkapkan bahwa ia melihat potensi besar pada museum ini sebagai daya tarik wisata budaya, sehingga ia menilai perlunya revitalisasi dalam tata pamer, ruang pameran, serta pengembangan story line di setiap koleksi.
Museum Lambung Mangkurat merupakan museum tipe A, koleksinya sudah sangat menarik.
Lebih lanjut, ia menginginkan adanya sentuhan teknologi dalam pengembangan museum, seperti penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), untuk menarik minat generasi milenial, Gen Z, hingga generasi Alpha untuk berkunjung.
“Dengan penggunaan teknologi tersebut, kita bisa mengubah museum dari sekadar tempat penyimpanan artefak menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan,” jelasnya.
Menbud juga mengingatkan pentingnya sinergi antar berbagai elemen,termasuk dorongan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengaktifkan Museum Lambung Mangkurat, Taman Budaya, dan Art Space di berbagai daerah sebagai pusat budaya yang dapat menjadi tempat berkumpulnya para seniman dan budayawan serta tempat yang menarik bagi para pelajar.
“Ini sangat penting karena di negara-negara dengan peradaban maju, Museum, Perpustakaan, dan Taman Budaya menjadi etalase budaya. Bagi turis lokal dan nasional yang berkunjung ke Kalimantan Selatan, museum adalah tempat yang pertama kali dicari,”tambahnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat, M. Taufik Akbar, menyampaikan rasa syukur karena museum ini menjadi salah satu tujuan kunjungan Menteri Kebudayaan RI. P
ihaknya juga menyatakan terima kasih atas masukan yang diberikan, termasuk pesan untuk meningkatkan berbagai aspek di museum, salah satunya melalui digitalisasi.
“Banyak masukan yang sangat berarti untuk kami. Taufik berpesan agar Museum Lambung Mangkurat dapat terus berkembang ke depannya. Ini adalah pekerjaan rumah bagi kita semua untuk memprogram berbagai hal yang telah disarankan,”tambahnya.