Pariwisata

Menelusuri Gua Lowo Trenggalek, Terpanjang Se-Asia Tenggara

Gua Lowo berada di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur. Gua ini disebut sebagai gua terpanjang se-Asia Tenggara dengan panjang mencapai 2 kilometer. Disebut Gua Lowo karena di dalamnya banyak hewan kelelawar. Dikutip dari ternggalekkab.go.id, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ahli gua asal Perancis, panjang Gua Lawa ini kurang lebih dua kilometer. Namun yang […]

Oleh Anisa Kurniawati

Menelusuri Gua Lowo Trenggalek, Terpanjang Se-Asia Tenggara
Panjang Gua Lawa sekira 2 kilometer dan yang dapat dinikmati wisatawan hanya sepanjang 850 meter. Foto: Google/Anton Prastyo
Diterbitkan

Gua Lowo berada di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur. Gua ini disebut sebagai gua terpanjang se-Asia Tenggara dengan panjang mencapai 2 kilometer. Disebut Gua Lowo karena di dalamnya banyak hewan kelelawar.

Dikutip dari ternggalekkab.go.id, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ahli gua asal Perancis, panjang Gua Lawa ini kurang lebih dua kilometer.

Namun yang dapat dinikmati wisatawan hanya sepanjang 850 meter. Sebab untuk menyusuri panjang sisanya, pengunjung harus menyelami sungai bawah tanah sedalam10 meter. 

Goa Lawa merupakan destinasi yang menjadi obyek wisata sejak 1984. Namanya berasa dari bahasa Jawa, yaitu Lowo yang berarti kelelawar. Hal ini dikarenakan guanya dihuni banyak kelelawar. Uniknya tidak ada satwa lain yang menjadi penghuni di gua ini. 

Ribuan Kelelawar

Berdasarkan beberapa sumber, penemuan Goa Lawa tidak terlepas dari perjalanan spiritual tokoh masyarakat pada zaman itu yang bernama mbah Lomedjo. Hal ini bermula ketika mbah Lomedjo berniat mencari tempat semedi. 

Dalam perjalanannya, Ia menemukan goa kecil dan melakukan bertapa dengan ritual adat Jawa. Kebetulan, lokasinya terletak dekat dengan kedung dengan air berwarna kebiru-biruan sekitar 600 meter timur laut Gua Lowo. 

Dari semedi yang dilakukan, mbah Lomedjo mendapatkan wangsit bahwa disekitar tempatnya bertapa ada sebuah gua besar dengan ribuan kelelawar. Wangsit itu terbukti. Sejak saat itu, masyarakat menyebutnya Goa Lowo atau Goa Lawa.

Formasi Batuan Unik

Gua Lowo, merupakan ruangan mirip aula dengan langit-langit setinggi kurang lebih 20 hingga 50 meter dengan lebar 50 meter. Gua ini dipenuhi stalagmit dan stalaktit dipadukan dengan lampu-lampu di sebelah kiri dan kanan jalan, membuat Gua ini terlihat semakin indah. 

Ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung. Mulai dari foto estetik dengan berlatar formasi batuan yang unik dan pencahayaan alami. Tak hanya keindahan gua, pengunjung juga dapat menikmati  keindahan pemandangan sekitar. 

Di sekitar area Gua Lowo, terdapat beberapa kios yang menjual oleh-oleh khas Trenggalek. Jika ingin merasakan kuliner khas Trenggalek juga terdapat berbagai warung makan dengan harga yang terjangkau. 

Untuk mencapai lokasi wisata ini dapat ditempuh dari pusat Kota Trenggalek sekitar 24,8 kilometer. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih sekitar 30 menit. Lokasinya mudah ditemukan karena adanya papan penada cukup besar di tepi jalan. (Dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata20 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati