Bila biasanya destinasi wisata menawarkan keindahan alam dan pemandangan yang memanjakan mata, muncul sebuah konsep baru yang justru membawa wisatawan menelusuri “masa kelam” melalui dark tourism.
Istilah ini muncul sejalan tren pariwisata yang beragam dengan konsep unik dan menarik.
Dark tourism adalah perjalanan wisata ke lokasi-lokasi yang menjadi saksi bisu dari tragedi atau peristiwa penting di masa lalu, seperti bekas medan perang, bencana alam, dan pengungsian.
Istilah ini mulai dikenal pada era 1990-an, dan awalnya dianggap tabu.
Namun seiring waktu, persepsi masyarakat terhadap dark tourism berubah. Indonesia, dengan sejarahnya yang kaya akan peristiwa tragis, dinilai sebagai negara yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep ini.
Salah satu contoh bagaimana dark tourism mulai menarik perhatian adalah dengan ditampilkannya Indonesia dalam serial dokumenter “Dark Tourist” yang dirilis oleh Netflix pada Juli 2012.
Dalam salah satu episodenya, serial ini mengeksplorasi tradisi pemakaman Rambu Solo di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang penuh dengan keunikan budaya.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga menunjukkan minat besar dalam pengembangan dark tourism. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan dan mendalami sejarah di balik peristiwa penting, terutama bagi generasi muda.
Selain memberikan edukasi, dark tourism juga berfungsi sebagai sarana mengenang tragedi dan menghormati para korban.
Berikut sejumlah destinasi dark tourism yang ada di Indonesia dikutip dari kemenparekraf.go.id:
- Museum Tsunami Aceh
Gempa berkekuatan 9,1 SR yang memicu tsunami pada tahun 2004 menewaskan lebih dari 280 ribu jiwa, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Aceh dan dunia.
Museum Tsunami Aceh, yang dibangun pada 2009, berfungsi sebagai memorial sekaligus pusat edukasi bagi pengunjung mengenai bencana ini.
Salah satu area yang paling menyentuh adalah ruangan yang menyebutkan nama-nama korban yang hilang dalam bencana tersebut.
- Monumen Lubang Buaya
Monumen dan Museum Lubang Buaya adalah saksi bisu dari peristiwa kelam G30S/PKI, di mana tujuh pahlawan revolusi Indonesia dibunuh secara brutal.
Di sini, pengunjung dapat melihat sumur tua yang digunakan membuang jenazah para pahlawan, serta diorama yang menggambarkan peristiwa-peristiwa pemberontakan di berbagai daerah.
- Tugu Peringatan Bom Bali
Peristiwa Bom Bali pada tahun 2002 mengguncang dunia, menewaskan sekitar 200 orang, sebagian besar adalah wisatawan asing.
Monumen ini tidak hanya menjadi simbol duka cita bagi para korban, tetapi juga sebuah pengingat akan pentingnya perdamaian dan keamanan. Nama-nama korban tertulis di monumen ini, diiringi bendera-bendera dari berbagai negara.
- Makam Juang Mandor
Terletak di Kalimantan Barat, Makam Juang Mandor adalah tempat yang mengenang tragedi pembantaian oleh tentara Jepang selama pendudukan.
Ribuan warga Pontianak tewas dalam serangan brutal tersebut, dan di sini terdapat tujuh makam besar yang menyimpan jasad korban-korban yang tidak diketahui jumlah pastinya.
- Museum Sisa Hartaku
Museum di Yogyakarta ini dibangun setelah letusan dahsyat Gunung Merapi pada tahun 2010.
Di dalamnya, terdapat berbagai benda milik warga yang hancur akibat letusan, seperti peralatan rumah tangga dan motor-motor rusak, sebagai bukti kedahsyatan bencana alam ini.
Destinasi-destinasi dark tourism di Indonesia menawarkan pengalaman yang tidak hanya sarat dengan refleksi dan penghormatan, tetapi juga memberikan edukasi berharga bagi generasi muda tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa penting di masa lalu.
Mengunjungi tempat-tempat ini memungkinkan wisatawan untuk memahami lebih dalam peristiwa-peristiwa tragis yang membentuk sejarah Indonesia. (Achmad Aristyan)