Indonesia kaya dengan wisata alam yang luar biasa dan Tana Toraja adalah salah satunya, tepatnya di kawasan Lolai. Desa viral dan dikenal sebagai Negeri di Atas Awan Toraja.
Desa Lolai berada di kawasan Toraja Utara. Pesonanya tak terbantahkan. Atmosfer pagi harinya begitu luar biasa. Gulungan kabut tebal lembut menyentuh kulit. Belum lagi kicauan burung-burung yang terdengar begitu merdu di telinga.
Suguhan pemandangan alam di tempat ini seolah tak ada habisnya. Wisatawan bisa melihat hamparan persawahan yang menghijau. Makin elok dengan barisan perbukitan yang membentang gagah seolah menantang.
Bila beruntung, wisatawan dapat melihat gundukan awan putih yang memesona. Hal ini sesui dengan julukan Negeri di Atas Awan yang disandang Desa Lolai.
Sunrise-nya juara. Panoramanya dijamin bisa membuat pikiran segar. Tak sedikit wisatawan yang datang sejak pukul 04.00 pagi. Hal ini membuktikan jika sunrise di tempat ini memang luar biasa. Apalagi sambil ditemani harumnya secangkir kopi Toraja yang dapat dinikmati di cafe setempat.
Baca juga: Rambu Solo, Tradisi Pemakaman Termahal dari Tana Toraja
Dikutip dari Infopublik.id, kuatnya amenitas (fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan di suatu daerah tujuan wisata) ini terlihat hingga ke Lolai. Bagi wisatawan yang tidak ingin terburu-buru melihat arak-arakan awan pagi, Lolai menyediakan beragam pilihan penginapan.
Ada yang mengusung konsep modern, adapula tradisional. Namun agar lebih merasakan suasana Toraja, alangkah baiknya memilih penginapan yang berbentuk rumah tradisional Tongkonan.
Biaya menginap di sana pun cukup murah, berkisar antara Rp200.000 – Rp300.000 per malam. Jaringan internet pun sudah menjangkau destinasi ini. Jadi wisatawan dapat langsung memposting fotonya ke media sosial tanpa harus menunggu sampai ke kota.
Toraja merupakan paket lengkap eksotisme Sulawesi. Bagaikan Bali, kekuatan alam dan budayanya sangatlah kuat. Bahkan Toraja sangat disukai wisatawan asal Eropa.
Selama ini, wisata Toraja sangat kuat dengan budaya pemakaman serta upacara adat Rambu Solo. Di sini wisatawan tanpa bosan bisa tinggal sekitar 1 minggu. Mereka bisa kunjungi spot lain yang tak kalah menariknya di Toraja. Ayo kunjungi dan buktikan sendiri eksotisme Toraja!