Tradisi

Mengenal Maarak Katik, Tradisi Religi Rayakan Idul Fitri

Setiap daerah di Indoensia memiliki tradisi unik tersendiri dalam merayakan hari raya Idul Fitri yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satunya seperti yang setiap tahun diagendakan masyarakat di Kenagarian Aia Angek, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat yang menggelar tradisi religi. Tradisi religi itu dinamakan masyarakat setempat dengan sebutan ‘Maarak Katik’. Tradisi ‘Maarak […]

Oleh Anisa Kurniawati

Mengenal Maarak Katik, Tradisi Religi Rayakan Idul Fitri
Proses tradisi Maarak Katik di Sujunjug, Sumatera Barat. Foto: Infopublik.id
Diterbitkan

Setiap daerah di Indoensia memiliki tradisi unik tersendiri dalam merayakan hari raya Idul Fitri yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satunya seperti yang setiap tahun diagendakan masyarakat di Kenagarian Aia Angek, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat yang menggelar tradisi religi.

Tradisi religi itu dinamakan masyarakat setempat dengan sebutan ‘Maarak Katik’. Tradisi ‘Maarak Katik’ merupakan kebiasaan turun temurun sebagai bentuk penghargaan kepada khatib dan alim ulama yang ada di Nagari Aia Angek.

Dikutip dari Infopublik.id, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAM) Kabupaten Sijunjung, Epi Radisman mengatakan Maarak Katik sudah menjadi agenda tahunan bagi warga Nagari Aia Angek. Epi melanjutkan tradisi ‘Maarak Katik’ dilaksanakan setelah melakukan puasa Syawal.

Baca juga: Maelo Jalur, Tradisi Gotong Royong Menyeret Kayu dari Hutan

Baca juga: Tradisi Ngin-Angin, Prosesi Lamaran Bagi Calon Pengantin

“Dilaksanakan setelah puasa Syawal atau masyarakat disini menyebutnya ‘puaso anam’ (puasa enam.red),” tambahnya.

Dalam tradisi ini juga dilakukan lomba silat tradisional antar anak Nagari Aia Angek. Saat tradisi dilangsungkan,  “Katik” (Khatib) diarak keliling nagari setelah acara usai warga melanjutkan acara lomba silat tradisional.

Hingga saat ini, tradisi ini masih lestari dan dilaksanakan masyarakat Kabupaten Sijunjung. Selain menjaga dan terus merawat tradisi, acara ini pun sekaligus menjadi atraksi wisata budaya menarik bagai para wisastawan.

TopikTradisi
Tradisi27 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati