Rumah Sejarah Rengasdengklok, merupakan saksi perjuangan dalam perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan. Peristiwa Rengasdengklok terjadi di rumah Djiauw Kie Siong, seorang saudagar keturunan Tionghoa.
Bangunan yang telah berusia lebih dari 100 tahun ini masih asli hingga kini. Mulai dari lantai hingga bilik kamar. Rumah inilah pertama kalinya naskah proklamasi dirumuskan.
Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi di Karawang, Jawa Barat, 16 Agustus 1945. Tujuan pemilihan lokasi ini karena letaknya terpencil. Disamping itu, wilayahnya merupakan tangsi Pembela Tanah Air (PETA) di bawah Purwakarta dan terdapat Daidan PETA di Jaga Monyet Rengasdengklok.
Dilansir dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, Tempat itu dipilih juga untuk memudahkan memantau pergerakan Jepang. Sampai di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta awalnya ditempatkan di markas Peta, tapi karena alasan keamanan, dipindahkan ke salah satu rumah warga terdekat, yaitu rumah milik Djiaw Ki Song
Lokasi awal rumah berada di pinggir Sungai Citarum, tapi karena abrasi, Rumah Rengasdengklok ini telah digeser sejauh kurang lebih 150m.
Ruang Soekarno-Hatta
Rumah Djiaw Ki Song meski sudah tidak di tempat semula, namun masih mempertahan bentuk dan desain bangunan lama. Sebagian dari furnitureasli sudah dibawa ke Museum Nasional dan Mandala Wangsit.
Bangunan rumah sekarang terdiri dari 2 bagian, yaitu bangunan lama dan baru. Bangunan lama terletak di bagian depan, terdiri dari 2 kamar tidur,1 ruang tamu, dan teras. Bahan dasarnya masih mempertahankan bentuk aslinya yaitu menggunakan kayu dan bambu. Bagian atap bangunan berbentuk pelana dengan lapisan genteng.
Dinding luar bagian luar bangunan terbuat dari bahan kayu. Keseluruhan lantainya menggunakan ubin semen berwarna merah bata. Bagian depan rumah terdapat teras berukuran 10 x 4,2 m dan disangga dengan 4 tiang kayu.
Baca juga: Sejarah Balikpapan, Dari Minyak Bumi Hingga Perang Dunia II
Ruang lainnya yaitu terdapat ruang tamu yang digunakan sebagai ruang pamer Rengasdengklok. Di sebelah barat dan timur terdapat kamar yang dinamakan ruang Soekarno dan ruang Hatta.
Rumah ini merupakan salah satu bangunan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Selain menjadi tempat singgah Soekarno Hataa saat dibawa ke Rengasdengklok, rumah Djiaw Ki Song, juga menjadi tempat awal perumusan naskah proklamasi
Rumah ini hanya mengalami pemugaran pada bagian dapur saja. Sisanya masih sama ketika Soekarno-Hatta datang. Kini bangunan ini masih ditinggali keturunan Djiaw Ki Song di bagian belakangnya, sedangkan bagian depan rumah dijadikan museum.
Pengunjung dapat singgah ke Rumah Sejarah Rengasdengklok di Karawang, Jawa Barat, setiap hari, mulai dari jam 08.00 sampai 17.00.