Legenda di balik Gua Jatijajar di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menyimpan kisah menarik yang diabadikan dalam diorama di dalam gua. Diorama ini mengisahkan tentang Pangeran Kamandaka, yang juga dikenal dalam legenda populer sebagai Lutung Kasarung.
Informasi Badan Otorita Borobudur menyebutkan, Gua Jatijajar merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kebumen, berjarak 32 km dari pusat kota. Tempat ini sering menjadi tujuan favorit wisatawan, terutama saat musim liburan.
Legenda Lutung Kasarung, yang berkaitan dengan Gua Jatijajar, diceritakan dengan menarik dalam buku Lutung Kasarung: Cerita Rakyat dari Jawa Tengah oleh Kustri Sumiyardana, serta sumber lain dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia dan Pemerintah Desa Jatijajar.
Berikut kisah lengkapnya:
Pada zaman dahulu, Kerajaan Pajajaran diperintah Prabu Siliwangi, yang memiliki tiga putra dan satu putri dari dua permaisuri. Dua di antaranya, Pangeran Banyak Catra dan Pangeran Banyak Ngampar adalah anak dari permaisuri pertama. Sementara Pangeran Banyak Blabur dan Dewi Pamungkas berasal dari permaisuri kedua benama Putri Kumudaningsih.
Baca juga: Legenda Gunung Tampomas, Kisah Perjuangan Seorang Raja
Suatu hari, Prabu Siliwangi memanggil Banyak Catra dan Banyak Ngampar untuk berdiskusi mengenai siapa yang akan menjadi penggantinya. Merasa belum siap, Banyak Catra meminta izin untuk pergi berkelana mencari istri yang memiliki kemiripan dengan almarhum ibunya.
Permintaan ini dikabulkan oleh Prabu Siliwangi, dan Banyak Catra pun memulai perjalanannya dengan menyamar sebagai Raden Kamandaka. Dalam pengembaraannya, Raden Kamandaka tiba di Pasir Luhur, tempat ia bertemu dengan Dewi Ciptarasa, putri Adipati Kanandaha.
Keduanya saling jatuh cinta. Namun hubungan asmara mereka tidak disukai Adipati, yang melihat Kanandaka sebagai ancaman. Kamandaka pun melarikan diri dengan terjun ke sungai dan akhirnya terdampar di desa Panagih. Di desa itu, ia diangkat anak oleh seorang janda miskin.
Kamandaka kemudian dikenal sebagai ahli sabung ayam, meskipun identitasnya sebagai Pangeran Banyak Catra tetap dirahasiakan. Kabar tentang dirinya sampai ke telinga Adipati Kanandaha, yang kemudian mengirimkan Silihwarni, untuk menangkapnya. Namun, setelah mengetahui identitas Kamandaka, Silihwarni justru membantunya melarikan diri.
Dalam upaya penyamarannya, Kamandaka bertapa di sebuah gua dan memperoleh pakaian kera dari seorang kyai. Kamandaka pun memiliki wujud baru hingga, ia dapat mendekati Dewi Ciptarasa lagi. Kamandaka, dalam bentuk kera, berhasil mengalahkan Prabu Pulebahas, yang hendak meminang Dewi Ciptarasa, sekaligus menyelamatkan Pasir Luhur dari ancaman. Setelah pertempuran berakhir, Kamandaka mengungkapkan bahwa dirinya adalah Pangeran Banyak Catra dari Kerajaan Pajajaran.
Baca juga: Legenda Sangkuriang, Asal Usul Tangkuban Perahu
Setelah berhasil mengalahkan Prabu Pulebahas dan mengungkap identitasnya, Kamandaka menikahi Dewi Ciptarasa. Ia kemudian diangkat menjadi adipati Pasir Luhur bergelar Mangkubumi, menggantikan Adipati Kanandaha. Di bawah kepemimpinannya, Pasir Luhur menikmati masa kedamaian dan kemakmuran.
Konon, selama dalam pelarian, Raden Kamandaka menjadikan Gua Jatijajar sebagai tempat persembunyian yang aman. Gua ini unik karena mulutnya tertutup deretan pohon jati yang ditanam berjajar, sehingga gua sulit ditemukan. Karena keistimewaan ini, gua ini dikenal dengan nama Gua Jatijajar.
Itulah kisah menarik dari legenda Lutung Kasarung atau Kamandaka yang berhubungan dengan asal-usul Gua Jatijajar. Semoga cerita ini memberikan manfaat dan inspirasi! (Achmad Aristyan – Sumber: Lutung Kasarung: Cerita Rakyat dari Jawa Tengah oleh Kustri Sumiyardana)
I’m not sure where you are getting your information, but great topic. I needs to spend some time learning much more or understanding more. Thanks for excellent info I was looking for this info for my mission.
My web blog https://61c482f1f0A2e.site123.me/