Video

Menyaksikan Uniknya Tradisi Ngangkat Jungkat di Lombok Timur

Salah satu tradisi yang masih dijaga sampai saat ini adalah Ngangkat Jungkat di desa pengadangan kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jungkat dalam bahasa Sasak berarti angkat atau junjung, menjadi pusaka peninggalan Sri Ketip Menggala dan mengganti, menyimbolkan ajaran tunggal dan ketuhanan. Prosesi ngangkat jungkat mencerminkan kesatuan tekad tokoh dan masyarakat dalam […]

Oleh Achmad Aristyan

Menyaksikan Uniknya Tradisi Ngangkat Jungkat di Lombok Timur
Diterbitkan

Salah satu tradisi yang masih dijaga sampai saat ini adalah Ngangkat Jungkat di desa pengadangan kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Jungkat dalam bahasa Sasak berarti angkat atau junjung, menjadi pusaka peninggalan Sri Ketip Menggala dan mengganti, menyimbolkan ajaran tunggal dan ketuhanan.

Prosesi ngangkat jungkat mencerminkan kesatuan tekad tokoh dan masyarakat dalam menegakkan perintah agama, menciptakan masyarakat yang harmonis.

Baca juga: Perayaan Syukur Petani Lombok Melalui Tradisi Malean Sampi

Jungkat ini dipercaya memiliki kesaktian oleh warga Pengadangan.

Saat dibawa dan ditaruh, tidak boleh miring. Ketika miring ke selatan maka warga di sebelah selatan Pengadangan akan banyak sakit. Begitu sebaliknya. Hingga jungkat harus berdiri tegak lurus.

Benda warisan ini merupakan simbol dari niat dan tekad kuat warga Pengadangan menjunjung tinggi nilai-nilai hukum, adat dan agama. Jungkat merupakan salah pusaka leluhur warga Pengadangan yang digunakan Khatib saat solat Jumat, idul Fitri dan idul adha.

Ritual ini dilakukan sebagai simbol hukum pemerintahan, agama dan adat, yang dihadiri oleh Kiai, Kepala Wilayah, dan tokoh masyarakat. Meski demikian, prosesi ini sekarang telah menjadi atraksi wisata yang mendapat atensi para turis.

Keturunan khatib menjadi pemimpin prosesi dengan mengangkat jungkat, kelok berisi jubah, sajadah, dan selendang Sri Ketip Menggala, serta gegaman sebagai simbol kepemimpinan.

Selain pesona alamnya yang menakjubkan Lombok, Nusa Tenggara Barat, memang dikenal juga memiliki kekayaan budaya dan tradisi waisan leluhurnya yang unik dan eksotik.

Berikut laporan khusus tim emmanus tv dari Lombok Nusa Tenggara Barat :

TopikVideo
Video28 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Video

Kodim Wonosobo Kawal Ketat Pemberangkatan 875 Calon Haji

Kodim Wonosobo Kawal Ketat Pemberangkatan 875 Calon Haji

Suasana haru dan khidmat menyelimuti Pendopo Bupati Wonosobo pada Minggu pagi (25/5/2025), saat ribuan warga berkumpul untuk melepas keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Wonosobo. Acara yang melibatkan massa dalam jumlah besar ini mendapat perhatian khusus dari unsur TNI, dengan Kodim 0707/Wonosobo turut mengerahkan personelnya untuk membantu pengamanan. Mewakili Komandan Kodim, Kapten Cke Sapta Wibawa

Achmad Aristyan
seleksi PPPK wonosobo

1.482 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap 2, Wabup Wonosobo Tekankan Pentingnya Optimisme dan Integritas

Sebanyak 1.482 peserta dari Kabupaten Wonosobo mengikuti seleksi Tahap 2 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang digelar di dua lokasi, yakni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Gedung PRPP Semarang. Pada hari pertama pelaksanaan seleksi, sebanyak 1.127 peserta mengikuti tes di ISI Yogyakarta. Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, hadir langsung untuk memberikan semangat kepada

Anisa Kurniawati
Kirab Waisak

Kirab Waisak 2025 di Candi Borobudur Meriahkan Pariwisata Magelang

Perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE tahun 2025 dengan Kirab Waisak yang digelar di Candi Borobudur, Jawa Tengah, kembali menjadi daya tarik utama, tak hanya bagi umat Buddha tetapi juga bagi sektor pariwisata di kawasan Magelang. Puncak prosesi perayaan berlangsung pada Senin (12/5/2025) dengan kirab sakral yang membawa Api Dharma dari Mrapen, Grobogan dan Air

Anisa Kurniawati

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan