Budaya

Merasakan Cita Rasa Pedasnya Sambal Matah Khas Bali

Sambal matah adalah salah satu sambal tradisional khas Bali yang telah menjadi bagian penting dari kuliner Pulau Dewata. Nama “matah” sendiri berasal dari bahasa Bali yang berarti “mentah.” Hal ini merujuk pada cara penyajiannya yang menggunakan bahan-bahan segar tanpa proses penggerusan seperti pada sambal tradisional dari berbagai daerah lainnya. Sambal ini dikenal karena cita rasa […]

Oleh Achmad Aristyan

Merasakan Cita Rasa Pedasnya Sambal Matah Khas Bali
Sambal Matah khas Bali yang dibuat dari bahan mentah. Foto: Shutterstock/Yunorina
Diterbitkan

Sambal matah adalah salah satu sambal tradisional khas Bali yang telah menjadi bagian penting dari kuliner Pulau Dewata. Nama “matah” sendiri berasal dari bahasa Bali yang berarti “mentah.” 

Hal ini merujuk pada cara penyajiannya yang menggunakan bahan-bahan segar tanpa proses penggerusan seperti pada sambal tradisional dari berbagai daerah lainnya. 

Sambal ini dikenal karena cita rasa segar dan pedasnya yang khas, menjadikannya pendamping sempurna untuk berbagai hidangan dan sajian kuliner Bali.  

Bahan dan Cara Penyajian  

Melansir dari antaranews.com, keunikan sambal matah terletak pada penggunaan bahan-bahan mentah yang langsung dicampur tanpa melalui proses pengulekan.

Beberapa bahan utama yang digunakan dalam sambal matah antara lain bawang merah, cabai merah atau cabai rawit, terasi, garam, serai (sereh), jeruk lemo, dan minyak kelapa.

Proses pembuatan sambal ini cukup sederhana. Semua bahan dicincang halus, kemudian dicampur dengan minyak kelapa yang telah dipanaskan. 

Jeruk lemo ditambahkan untuk memberikan rasa segar khas. Kombinasi bahan ini menghasilkan sambal yang tidak hanya pedas, tetapi juga memiliki aroma harum dan rasa yang menggugah selera.  

Sejarah dan Asal Nama  

Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, sebelumnya sambal ini dikenal masyarakat lokal sebagai “sambel bawang.” Namun, untuk menghindari kebingungan dengan sambal bawang yang dikenal luas di luar Bali, namanya diubah pihak pariwisata menjadi “sambal matah”. 

Perubahan nama ini dimaksudkan untuk menonjolkan keunikan sambal khas Bali dan memudahkan pengenalannya kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.  

Pendamping Hidangan Khas Bali  

Sambal matah sering disajikan sebagai pelengkap untuk berbagai hidangan Bali, seperti ayam betutu, sate lilit, atau ikan bakar. Sambal ini memberikan sentuhan segar yang melengkapi rasa gurih dan pedas dari hidangan utama, sekaligus menonjolkan cita rasa khas Bali.  

Kepopuleran di Kalangan Wisatawan  

Tidak hanya populer di kalangan masyarakat Bali, sambal khas ini juga menjadi favorit wisatawan yang berkunjung ke pulau ini. Banyak restoran, warung, dan hotel di Bali yang menyajikan sambal matah sebagai pendamping hidangan. 

Bahkan, sambal ini kini telah menjadi oleh-oleh khas Bali yang sering dibawa pulang wisatawan. Sambal matah bukan sekadar sambal, tetapi juga cerminan dari kekayaan rasa dan tradisi kuliner Bali yang penuh keunikan.

TopikBudaya
Budaya10 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan