Cerita Rakyat

Mitos Nogo Rojo dan Pesona Pantai Watu Ulo di Jember

Pantai Watu Ulo terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Berada di kawasan pesisir selatan Pulau Jawa, pantai ini terkenal dengan keindahan panorama alamnya yang memukau serta legenda lokal yang unik. Dilansir dari Wikipedia, nama Watu Ulo berasal dari bahasa Jawa, yaitu watu berarti batu dan ulo berarti ular. Secara harfiah, Watu […]

Oleh Achmad Aristyan

Mitos Nogo Rojo dan Pesona Pantai Watu Ulo di Jember
Ilustrasi: Pantai Watu Ulo di Jember yang memiliki kisah legenda tentang Nogo Rojo. Foto: Wikipedia/Ardhan Febriansyah
Diterbitkan

Pantai Watu Ulo terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Berada di kawasan pesisir selatan Pulau Jawa, pantai ini terkenal dengan keindahan panorama alamnya yang memukau serta legenda lokal yang unik.  

Dilansir dari Wikipedia, nama Watu Ulo berasal dari bahasa Jawa, yaitu watu berarti batu dan ulo berarti ular. Secara harfiah, Watu Ulo berarti “Batu Ular.”

Asal-usul Nama 

Nama ini tidak lepas dari legenda seekor naga besar yang dikenal sebagai Nogo Rojo, penguasa pantai ini. Menurut cerita yang dihimpun Dwianto Setyawan dalam buku Cerita Rakyat dari Jawa Timur 2, Nogo Rojo adalah naga raksasa yang hidup di kawasan pantai. 

Naga ini dikenal rakus, memangsa berbagai makhluk laut, bahkan penduduk sekitar. Hingga suatu hari, seorang pemuda bernama Joko Mursodo datang memancing di wilayah kekuasaan Nogo Rojo. 

Setelah lama memancing tanpa hasil, Joko mendengar bahwa semua ikan di daerah itu telah dimakan Nogo Rojo. Ia pun bertekad melawan Nogo Rojo yang rakus.  Dalam pertarungan sengit, Joko berhasil mengalahkan Nogo Rojo. Tubuh Nogo Rojo dipotong menjadi tiga bagian. 

Kepala naga dilemparkan ke kawasan Pantai Grajagan, Banyuwangi, tubuhnya tetap berada di Pantai Watu Ulo, dan ekornya dikirim ke wilayah Pacitan. Batu ini memiliki panjang sekira 110 meter dan lebar 4 meter, menyerupai tubuh ular raksasa.

Hingga kini, masyarakat meyakini bahwa batu panjang bersisik yang berada di Pantai Watu Ulo adalah jelmaan tubuh Nogo Rojo. 

Simbol Legenda

Selain legenda, Pantai Watu Ulo juga memiliki daya tarik wisata yang memikat. Di pantai ini, pengunjung dapat menikmati keindahan pasir hitam dengan bebatuan yang khas. 

Pada waktu tertentu, pengunjung bisa mendekati batu panjang yang menjadi simbol legenda Nogo Rojo. Pantai ini juga menjadi tuan rumah Waton, acara tahunan yang digelar seminggu usai Idulfitri. 

Waton adalah festival arak-arakan kereta sapi yang dihias menggunakan ketupat, menciptakan suasana khas tradisional. Keunikan legenda serta tradisi di pantai ini menjadikannya sebagai salah satu destinasi unggulan di Jember. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikCerita Rakyat
Cerita Rakyat09 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Cerita Rakyat

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan