Berita

MOU Menbud dan PPPA, Dorong Budaya Inklusif dan Ramah Perempuan serta Anak

Menbud RI Fadli Zon, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Kesepakatan ini merupakan upaya membangun pemahaman budaya yang lebih adil, inklusif, dan berpihak pada perempuan serta anak-anak. Penandatanganan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini yang berlangsung di Aula R.A. Kartini, kantor PPPA.Dalam keterangannya, Fadli Zon menyatakan bahwa budaya memiliki […]

Oleh Anisa Kurniawati

menbud
Menbud Republik Indonesia, Fadli Zon, resmi menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). dalam upaya membangun pemahaman budaya yang lebih adil, inklusif, dan berpihak pada perempuan serta anak-anak. Foto: Dok Kemenbud
Diterbitkan

Menbud RI Fadli Zon, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Kesepakatan ini merupakan upaya membangun pemahaman budaya yang lebih adil, inklusif, dan berpihak pada perempuan serta anak-anak.

Penandatanganan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini yang berlangsung di Aula R.A. Kartini, kantor PPPA.Dalam keterangannya, Fadli Zon menyatakan bahwa budaya memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kesetaraan sejak dini, khususnya di tengah dinamika sosial di era digital saat ini.

“Melalui pendekatan budaya, kita bisa membentuk cara pandang baru yang menghormati hak-hak perempuan dan anak,” ujar Fadli Zon, dilansir dari InfoPublik, Selasa (22/4/2025).

Baca juga: Indonesia dan Qatar Perkuat Kerja Sama Budaya Untuk Pembangunan dan Kesejahteraan

Lima Poin Utama

Nota kesepahaman ini mencakup lima poin utama, yaitu:

  • Integrasi isu kesetaraan gender dan perlindungan anak dalam kebijakan kebudayaan.
  • Peningkatan literasi dan edukasi budaya yang mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
  • Pelatihan sumber daya manusia untuk mengarusutamakan gender dalam sektor budaya.
  • Pelaksanaan festival, kampanye publik, dan penelitian budaya yang menyoroti narasi perempuan dan anak.
  • Pertukaran data dan informasi antar lembaga guna memperkuat kebijakan berbasis bukti.

Fadli Zon menegaskan bahwa praktik kekerasan yang berlindung di balik adat tidak dapat dibenarkan. “Budaya bukan zona impunitas. Kami menolak segala bentuk kekerasan yang dibungkus adat,” tegasnya.

Baca juga: Fadli Zon Dorong Promosi Kuliner Indonesia ke Dunia Internasional

Langkah Afirmatif Selanjutnya

Ia juga memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan. Diantaranya seperti pendokumentasian peran Bundo Kanduang di Minangkabau. Kemudian kolaborasi dengan komunitas mama-mama adat di Papua.

Selain itu, dukungan infrastruktur budaya ramah anak dan perempuan turut menjadi fokus, termasuk di wilayah tertinggal. Pemerintah juga mengalokasikan dana afirmatif bagi perempuan seniman dan pelaku budaya, serta mendukung eksistensi sekolah adat yang dikelola perempuan sebagai alternatif pendidikan berbasis sosial, ekologis, dan kultural.

Di kesempatan yang sama, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mengatasi persoalan kompleks terkait perempuan dan anak. Ia menyebut, nota kesepahaman juga turut ditandatangani bersama 10 kementerian dan lembaga lainnya.

“Masalah perempuan dan anak tidak bisa diselesaikan sendirian. Kita butuh sinergi, bukan hanya seremoni,” tegas Menbud Fadli Zon.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati