Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mewakili Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan kembali (revitalisasi) Museum Nasional Indonesia pasca tertimpa musibah kebakaran.
Melalui keterangan resmi dikutip dari InfoPublik Sabtu (12/10/2024) mengatakan revitalisasi ini sekaligus mengubah wajah baru Museum Nasional Indonesia. Museum yag sering juga disebut sebagai museum Gajah merupakan tempat dimana warisan budaya dari berbagai daerah di Indonesia disimpan dan dirawat.
Baca juga: Museum Probolinggo Koleksi Jejak Sejarah Tempo Doeloe
Hingga saat ini, koleksi yang dikumpulkan kurang lebih 140.000 benda. Setelah mengalami kebakaran, museum ini kembali dibuka dengan beberapa perubahan yang lebih baik.
“Kami berharap semangat reimajinasi warisan budaya Indonesia yang dimulai dari Museum Nasional Indonesia dapat memotivasi seluruh insan permuseuman untuk mengoptimalkan potensi warisan budaya Indonesia,” kata Muhadjir.
Lanjutnya, peristiwa musibah kebakaran yang terjadi pada 16 September 2023 lalu hendaknya menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga kerangka kesejarahan sebagai salah satu pembentuk jati diri dan cerminan budaya bangsa.

Muhadjir mengajak generasi milenial untuk lebih peduli terhadap nilai-nilai budaya di tengah perkembangan teknologi. Komitmen pemerintah untuk mendukung pemajuan kebudayaan telah tertuang dalam UU Nomor 5 Tahun 2017. Yang seyogyanya, lanjut Muhadjir dapat membawa semangat baru dalam upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan nasional.
“UU Pemajuan Kebudayaan diharapkan dapat memperkuat pengaturan pengelolaan museum yang diharapkan dapat semakin baik memberikan manfaat bagi peningkatan wawasan budaya dan kesejahteraan rakyat,” tutur Muhadjir.
Baca juga: Keris Nusantara Dipamerkan di Museum Nasional Indonesia
Muhadjir juga turut menyampaikan apresiasi kepada para insan permuseuman yang telah memberikan dedikasi yang besar bagi kemajuan budaya Indonesia. Menurutnya peran kurator, edukator, maupun pemerhati museum dapat memperkuat pembangunan berbasis pada kebudayaan.
“Kita perlu terus mengembangkan dan memanfaatkan ruang-ruang museum ini dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” ucap Muhadjir.
Museum Gajah dibuka kembali dengan sejumlah perubahan. Diantaranya yaitu lebih ramah untuk distabilitas serta lebih canggih dengan adanya AI dan VR. Dengan perubahan itu, diharapkan lebih banyak menarik pengunjung untuk lebih memahami sejarah dan ikut menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia. (Anisa Kurniawati)