By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Paabingkon, Upacara Kelahiran Cucu Pertama di Simalungun
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Tradisi > Paabingkon, Upacara Kelahiran Cucu Pertama di Simalungun
Tradisi

Paabingkon, Upacara Kelahiran Cucu Pertama di Simalungun

Anisa Kurniawati
Last updated: 08/11/2024 06:04
Anisa Kurniawati
Share
Paabingkon Pahompu
Paabingkon Pahompu, upacara adat suku Batak Simalungun. Foto: Tangkapan layar youtube Mochtar Manik
SHARE

Paabingkon Pahompu, upacara adat suku Batak Simalungun, Sumatera Utara. Tradisi ini dilakukan ketika ada cucu pertama di suatu keluarga lahir. Bayi ini kemudian akan di bawa kepada kakek dan neneknya. Biasanya dilakukan di rumah dan masih bertahan hingga sekarang.

Upacara Paabingkon bukan hanya sebatas membawa cucu pada kakek dan neneknya saja. Tradisi ini juga bermaksud untuk meminta doa disertai dengan pemberian nama. Sang kakek dari pihak ibu, biasanya akan memberikan nama yang mengandung doa, harapan dan cita-cita.

Tahapan Paabingkon memiliki beberapa tahapan. Pertama, kakek dari pihak ibu akan memberikan putri dan cucunya Dayok Nabitur, masakan khas Simalungun berbahan baku ayam. Pemberian Dayok Nabitur akan diiringi dengan pemberian kalimat doa. 

Bagi masyarakat Simalungun, Dayok Nabitur memiliki makna filosofis berupa pentingnya  keseimbangan dan keselarasan dalam segala aspek kehidupan. Kedua, dilanjutkan dengan prosesi pemberian kain panjang untuk menggendong bayi sambil memanjatkan doa.

Baca Juga: https: Memahami Filosofi Habonaron Do Bona Di Simalungun

Proses ketiga, orang tua akan menyerahkan anaknya ke ompu atau ompung diikuti dengan kata- kata harapan dan doa. Keempat, kakek dan neneknya kemudian membawa sang cucu, lalu memberikannya nama dan sang kakek kembali berdoa. 

Pemberian nama atau manghatahon goar biasanya menggunakan nama terbaik yang mengandung harapan bagi masa depan anak. Proses ini diiring doa seperti doa agar cucunya segera diberikan adik,  atau bisa berdiskusi saat beranjak dewasa. 

Tahap terakhir, kakeknya akan memberikan boras sipir ni tondi di bagian kepala sang bayi sebagai simbol pemberian berkah atau pemberkatan terhadap sang cucu. Baru kemudian sang bayi diserahkan kembali kepada ibunya. Sang kakek juga akan memberikan sebuah cincin emas yang melambangkan cinta dan ikatan batin antara kakek-nenek dan cucunya. 

Hingga saat ini, upacara Paabingkon masih dilakukan oleh masyarakat Simalungun. Upacara ini memiliki makna mendalam dan sebagai permohonan berkah agar sang bayi sehat, bahagia, serta beruntung. (Diolah dari berbagai sumber)

You Might Also Like

Manjujai: Pengasuhan Anak Berbasis Nilai Budaya Minangkabau

Tradisi Ngarot, Upacara Adat Para Perawan dan Jejaka

7 Tradisi Unik Perayaan Lebaran dari Berbagai Daerah

Tradisi Reba, Cara Masyarakat Ngada Hormati Leluhur

Labuhan Merapi, Tradisi Kraton Ngayogyakarta di Lereng Merapi

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Tor-Tor Sombah, Tarian Penghormatan Kepada Raja
Next Article Klenteng Tek Hay Kiong, Simbol Sejarah Kerukunan
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?