Berita

Pariwisata Wonosobo Cetak Rekor Rp3,2 Triliun Berputar di 2024

Tahun 2024 menjadi momen gemilang bagi sektor pariwisata Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mencatat jumlah kunjungan wisatawan menembus angka 2.436.979 orang. Capaian ini melampaui target 2.171.182 wisatawan, sekaligus mencetak rekor baru dalam sejarah pariwisata Wonosobo. Kepala Disparbud Wonosobo Agus Wibowo, memaparkan pariwisata bukan hanya menyumbang jumlah kunjungan yang tinggi, tetapi juga […]

Oleh Achmad Aristyan

Pariwisata Wonosobo Cetak Rekor Rp3,2 Triliun Berputar di 2024
Gunung Prau, Dieng, menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Foto: Wikimedia Commons/ Yulisarah
Diterbitkan

Tahun 2024 menjadi momen gemilang bagi sektor pariwisata Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mencatat jumlah kunjungan wisatawan menembus angka 2.436.979 orang. Capaian ini melampaui target 2.171.182 wisatawan, sekaligus mencetak rekor baru dalam sejarah pariwisata Wonosobo.  

Kepala Disparbud Wonosobo Agus Wibowo, memaparkan pariwisata bukan hanya menyumbang jumlah kunjungan yang tinggi, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.  

“Total perputaran uang dari kunjungan wisata mencapai Rp3,2 triliun selama 2024. Ini berasal dari belanja wisatawan, baik yang menginap maupun harian,” jelas Agus di Kantor Disparbud Wonosobo, Wonosobo, Senin, 20 Januari 2025.  

Agus merinci, wisatawan yang menginap menyumbang Rp1,89 triliun, sementara wisatawan harian berkontribusi Rp1,33 triliun. Selain itu, rata-rata lama tinggal wisatawan meningkat menjadi 1,9 hari.  

Profil Wisatawan dan Daya Tarik Utama  

Survei menunjukkan mayoritas wisatawan berasal dari Jawa Tengah (49%), disusul Jawa Barat (15%), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (14%).  

“Sebanyak 81% wisatawan memilih wisata alam sebagai tujuan utama, sedangkan wisata buatan dan budaya masing-masing mencatatkan 17% dan 2%,” tambah Agus.  

Kepala Disparbud Wonosobo, Agus Wibowo. Foto: Aristyan

Peningkatan fasilitas dan layanan juga menjadi salah satu faktor penarik. Agus mengungkapkan bahwa masukan wisatawan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.  

“Sebanyak 41% wisatawan menginginkan peningkatan fasilitas, sedangkan 29% mengusulkan perbaikan estetika destinasi. Kami terus bekerja untuk menjawab kebutuhan ini,” ujar Agus.  

Belanja Wisatawan dan Tren Informasi  

Data menunjukkan wisatawan yang menginap mencapai 999.161 orang, dengan rata-rata belanja Rp1.895.335 per orang. Belanja terbesar tercatat pada akomodasi (33%), diikuti transportasi lokal (19%), dan oleh-oleh (14%).  

Sementara itu, wisatawan harian dengan jumlah belanja rata-rata Rp928.143 per orang lebih banyak membelanjakan uangnya untuk oleh-oleh (27%).

Menariknya, 61% wisatawan mendapatkan informasi tentang daya tarik Wonosobo melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, WhatsApp, dan YouTube. Sisanya, 39%, mengandalkan rekomendasi dari keluarga atau kerabat.  

Tantangan dan Strategi Ke Depan  

Agus Wibowo juga menyoroti tantangan ke depan, terutama meningkatkan lama tinggal wisatawan.  

“Target kami adalah mencapai rata-rata lama tinggal dua hari sesuai RPJMD, dan secara bertahap menuju 3,5 hari pada 2045,” tegasnya.  

Untuk itu, langkah strategis seperti menambah atraksi baru terus diupayakan. Agus optimis, daya tarik pariwisata yang dimiliki, Wonosobo akan kian dikenal sebagai destinasi unggulan nasional.  

“Keberhasilan tahun 2024 ini membuktikan bahwa pariwisata memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami ingin menjadikan Wonosobo sebagai magnet wisata berkelanjutan,” pungkas Agus.  

Dengan kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi, sektor pariwisata terus menjadi pilar utama pembangunan di Wonosobo. Dampak positifnya dirasakan langsung masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai sektor pendukung lainnya.

TopikBerita
Berita27 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan