Berita

Pemerintah Bentuk Satgas Lawan Premanisme dan Ormas Meresahkan

Pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Meresahkan. Pembentukan satgas ini bertujuan untuk memberantas berbagai bentuk tindakan intimidatif yang mengganggu ketertiban umum dan iklim investasi nasional. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Budi Gunawan, mengungkapkan bahwa masyarakat kini diberikan ruang untuk melapor jika menemukan tindakan […]

Oleh Achmad Aristyan

Pemerintah Bentuk Satgas Lawan Premanisme dan Ormas Meresahkan
Rapat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Meresahkan. Foto: Humas Kemenko Polkam
Diterbitkan

Pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Meresahkan.

Pembentukan satgas ini bertujuan untuk memberantas berbagai bentuk tindakan intimidatif yang mengganggu ketertiban umum dan iklim investasi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Budi Gunawan, mengungkapkan bahwa masyarakat kini diberikan ruang untuk melapor jika menemukan tindakan mencurigakan di lingkungan mereka.

“Masyarakat diimbau untuk tidak segan melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan, pemerasan, pungutan liar, atau bentuk intimidasi lain yang dilakukan oknum maupun kelompok tertentu,” ujar Budi pada Selasa (6/5/2025) dikutip dari nasional.kompas.com.

Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Rp 465 Miliar Lewat Dana Indonesiana untuk Seniman

Menurut Budi, langkah ini merupakan bagian dari upaya negara untuk menindak tegas segala bentuk premanisme dan ormas yang bertindak di luar koridor hukum.

Ia menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi kelompok mana pun yang menggunakan kekerasan atau merusak ketertiban sosial.

“Pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap ormas yang bertindak di luar batas hukum, memaksakan kehendak dengan kekerasan, atau merusak tatanan sosial,” tegasnya.

Satgas ini dibentuk melalui rapat koordinasi lintas kementerian yang digelar di Kemenko Polhukam pada hari yang sama.

Rapat ini dihadiri berbagai lembaga seperti TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Kejaksaan Agung, serta kementerian terkait.

Operasi pemberantasan premanisme ini juga akan melibatkan pemerintah daerah dan aparat di tingkat lokal.

Meski demikian, pemerintah tetap menekankan pentingnya menjaga prinsip-prinsip demokrasi dan hak konstitusional.

“Pada prinsipnya, pemerintah tidak melarang kebebasan berserikat dan berkumpul termasuk ormas, tapi memastikan seluruh organisasi untuk disiplin mematuhi ketentuan yang berlaku,” jelas Budi.

Baca Juga: Jejak Perjuangan Ki Hajar Dewantara di Museum Kirti Griya Yogyakarta

Pemerintah berharap kehadiran satgas ini dapat memperkuat rasa aman di tengah masyarakat, menciptakan ruang publik yang tertib, dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas sosial di Indonesia.

“Kehadiran negara harus dirasakan nyata masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman, menjamin kebebasan beraktivitas, dan menjaga iklim usaha yang sehat dan kompetitif,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Budi menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal keamanan, tetapi juga soal keadilan sosial.

“Dengan kebijakan tegas ini, pemerintah berharap akan tercipta ruang publik yang bersih dari tindakan premanisme, terbebas dari dominasi kelompok kekerasan, serta memberikan rasa keadilan dan keamanan yang merata bagi seluruh warga negara,” pungkasnya.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan