Cerita Rakyat

Raden Tarulintang dan Perjuangannya Mengalahkan Raksasa

Alkisah Dewi Arum Sari, putri cantik Kerajaan Cirebon, Jawa Barat, menjadi incaran banyak pangeran, yang ingin merebut hatinya. Namun, Dewi Arum Sari tidak tertarik dengan para pangeran itu. Hatinya selalu teringat kepada seorang pria yang menyelamatkannya saat diserang perampok. Meski ia mencintai sang pria, Dewi Arum Sari tidak berani bercerita kepada ayahnya. Ia tahu sang […]

Oleh Achmad Aristyan

Raden Tarulintang dan Perjuangannya Mengalahkan Raksasa
Ilustrasi Keraton Kasepuhan Cirebon, jawa Barat. Foto: GoogleMaps/Saphira Harahap
Diterbitkan

Alkisah Dewi Arum Sari, putri cantik Kerajaan Cirebon, Jawa Barat, menjadi incaran banyak pangeran, yang ingin merebut hatinya. Namun, Dewi Arum Sari tidak tertarik dengan para pangeran itu. 

Hatinya selalu teringat kepada seorang pria yang menyelamatkannya saat diserang perampok. Meski ia mencintai sang pria, Dewi Arum Sari tidak berani bercerita kepada ayahnya. Ia tahu sang ayah sangat menginginkan menantu seorang pangeran.

Keadaan Dewi Arum Sari menjadi semakin sulit ketika seorang raksasa bernama Wira Gora menculiknya karena kecantikannya. Tidak ada seorang pun mampu melawan Wira Gora.

Dalam kesedihannya, ayah Dewi Arum Sari mengumumkan sayembara berisi siapa pun yang dapat mengembalikan Dewi Arum Sari akan mendapatkan hadiah besar. 

Baca juga: Sejarah Lamongan, Dari Kisah Mbah Lamong Hingga Buku Wasiat

Dikalahkan Raksasa

Raden Wira Santika, pangeran yang jago bela dirinya, mengikuti sayembara ini dengan ambisi untuk menikahi Dewi Arum Sari, meski ia tahu bahwa Dewi Arum Sari tidak mencintainya.

Sementara itu, Raden Tarulintang, seorang pemuda yang tinggal di hutan dan berguru kepada Ki Tapak Jagat, secara kebetulan bertemu dengan Wira Gora yang membawa Dewi Arum Sari. 

Meski Raden Tarulintang berusaha keras untuk menyelamatkan Dewi Arum Sari, ia tak mampu mengalahkan kesaktian Wira Gora dan babak belur. Setelah diselamatkan Ki Tapak Jagat, Raden Tarulintang belajar ilmu baru agar bisa mengalahkan Wira Gora. 

Dalam perjalanan ini, Raden Tarulintang menyadari ia adalah pria yang pernah menolong Dewi Arum Sari. Namun, sayembara terus berlangsung dan Raden Wira Santika berhasil sang raksasa. 

Baca juga: Cerita Rakyat Riau, Kisah Putra Mahkota Lokan yang Dikutuk

Muslihat Wira Santika

Ia membawa Dewi Arum Sari kembali ke istana. Di balik itu, sebenarnya Wira Santika adalah orang yang mengatur penculikan Dewi Arum Sari. Wira Santika, yang sangat dendam ditolak Arum Sari, memanfaatkan ilmu gaib Wira Gora untuk memaksa sang putri jatuh cinta padanya. 

Dengan kekuatan hipnotis, Dewi Arum Sari pun terpengaruh dan akhirnya setuju untuk menikahi Wira Santika, meskipun hatinya tidak menginginkannya.

Raden Tarulintang, yang mengetahui keadaan Arum Sari, bertekad untuk menyelamatkan sang putri. Ia menemukan bahwa satu-satunya cara untuk membebaskan pengaruh Wira Gora adalah dengan mendapatkan mustika ular sakti.

Mustika ini berada di dalam gua gunung berapi yang dijaga ular raksasa. Raden Tarulintang menghadapi banyak tantangan, namun akhirnya berhasil memperoleh mustika ular setelah perjuangan yang panjang.

Setibanya di istana, Tarulintang datang tepat pada waktu pernikahan Dewi Arum Sari dan Wira Santika. Dewi Arum Sari, yang sudah terpengaruh ilmu hipnotis, segera disembuhkan setelah mustika ular diberikan kepadanya.

Dipati Arya Kusumah

Wira Santika yang marah kemudian menyerang Tarulintang, namun setelah perkelahian yang sengit, Raden Tarulintang berhasil mengalahkannya. 

Dewi Arum Sari, yang kini bebas dari pengaruh ilmu gaib, sangat bahagia bertemu dengan Raden Tarulintang, pria yang selama ini ada dalam mimpinya.

Akhirnya, Dewi Arum Sari dan Raden Tarulintang menikah, dan Raden Tarulintang diangkat menjadi patih dengan gelar Dipati Arya Kusumah, hidup bahagia bersama sang putri. (Dari berbagai sumber)

TopikCerita Rakyat
Cerita Rakyat18 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Cerita Rakyat

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan