Budaya

Rahasia Pengasapan Kuliner Khas Krecek Rebung Lumajang

Tekstur menyerupai daging berasa gurih dan aroma khas membuat Krecek Rebung begitu memikat Indonesia dikenal sebagai surga kuliner dengan ribuan cita rasa menggugah selera. Salah satu bintang dalam khasanah kuliner Indonesia yang baru saja mendapatkan pengakuan adalah krecek rebung dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Hidangan tradisional ini baru saja ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia […]

Oleh Anisa Kurniawati

Rahasia Pengasapan Kuliner Khas Krecek Rebung Lumajang
Ilustrasi Krecek Rebung. Foto: Tangkapan Layar Youtube/ Ika Mardatillah
Diterbitkan

Tekstur menyerupai daging berasa gurih dan aroma khas membuat Krecek Rebung begitu memikat

Indonesia dikenal sebagai surga kuliner dengan ribuan cita rasa menggugah selera. Salah satu bintang dalam khasanah kuliner Indonesia yang baru saja mendapatkan pengakuan adalah krecek rebung dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Hidangan tradisional ini baru saja ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Menteri Kebudayaan, 16 November 2024. Pengakuan ini menjadi tonggak penting bagi Lumajang, memperkuat posisi daerah sebagai penjaga tradisi dan warisan budaya Nusantara.

Diasapi Secara Tradisional

Nugraha Yudha, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, mengungkapkan rasa bangganya atas penghargaan yang diterima kuliner itu. Menurutnya, penetapan ini tidak hanya merayakan kuliner khas Lumajang melainkan juga menjadi penghormatan terhadap nilai sejarah dan tradisi yang terkandung di dalamnya.

“Krecek rebung memiliki sejarah panjang dalam budaya kuliner masyarakat Pasrujambe dan sekitarnya. Proses pembuatannya yang rumit, dari pemilihan rebung hingga pengasapan tradisional, menjadi ciri khas yang membuatnya berbeda dari produk serupa di daerah lain,” ujar Yudha.

Krecek rebung berbahan dasar rebung–bambu muda jenis jajang atau petung–yang diolah melalui proses panjang dan unik. Rebung direbus selama 2 sampai 3 jam, kemudian dipotong kecil, ditusuk seperti sate, dan diasapi secara tradisional di atas tungku selama satu hingga dua bulan.

Lukman, salah satu pembuat krecek rebung asal Dusun Krajan Desa Pasrujambe, menjelaskan bahwa pengasapan adalah rahasia utama kelezatan hidangan ini. Semakin lama rebung diasapi, semakin lezat rasanya dan semakin lama daya tahannya. “Proses pengasapan ini menjadi penentu kualitas rasa. Itulah yang membuat Krecek Rebung Lumajang istimewa,” terang Lukman.

Baca juga: Kreasi Keju Tradisional Rasa Asli Nusantara

Tekstur Menyerupai Daging

Dalam penyajiannya, krecek khas ini biasanya dimasak dengan santan dan bumbu opor, disajikan bersama lontong, sambal petis, bubuk kedelai, dan telur goreng. Teksturnya yang menyerupai daging dengan rasa gurih dan aroma khas membuat hidangan ini begitu memikat.

Penetapan krecek rebung sebagai Warisan Budaya Takbenda bukan simbol penghormatan saja, namun panggilan menjaga tradisi ini agar tidak punah. Nugraha Yudha berharap momentum ini mendorong generasi muda lebih mencintai budaya lokal dan melestarikan warisan nenek moyang.

“Melalui pengakuan ini, kami ingin mengajak masyarakat Lumajang untuk terus menjaga tradisi ini. Kami juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan peluang ini untuk memperkenalkan krecek rebung ke tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.

Baca juga: Kesegaran Es Dawet Siwalan, Sajian Kuliner Ikonik Lamongan

Representasi Budaya

Pengakuan ini membuka peluang besar bagi Kabupaten Lumajang untuk menjadikan krecek rebung sebagai identitas kuliner yang membanggakan sekaligus sumber potensi ekonomi.

Hidangan ini dapat diangkat sebagai daya tarik pariwisata kuliner yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain itu, langkah ini juga menjadi bukti bahwa kekayaan budaya lokal tidak hanya memperkaya identitas bangsa tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan jika dikelola dengan baik.

Terlepas dari semua itu, krecek rebung Lumajang adalah representasi dari kekayaan budaya Indonesia yang tak ternilai. Dengan statusnya sebagai Warisan Budaya Takbenda, krecek rebung tidak hanya menjadi simbol kebanggaan masyarakat Lumajang selain sebagai cerminan dari keanekaragaman budaya Nusantara.

Pengakuan ini tentu akan menjadi semangat untuk terus melestarikan tradisi, mengenalkan kuliner khas ini ke dunia, dan menjadikannya sebagai salah satu ikon kuliner yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. (Diolah dari Indonesia.go.id)

TopikBudaya
Budaya09 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati