Rokat Tase’, juga dikenal sebagai Larung Laut atau Petik Laut, merupakan tradisi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat Madura, Jawa Timur.
Rokat Tase’, yang dikenal juga sebagai Petik Laut atau Larung Sesajen dalam budaya Jawa, merupakan ritual yang digelar oleh para nelayan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas rezeki tangkapan ikan yang melimpah dari lautan. Sebagai daerah kepulauan yang dikelilingi laut, warga Madura, khususnya di Pulau Mandangin, secara rutin melaksanakan upacara Rokat Tase’.
Setiap daerah di Madura memiliki kekhasan tersendiri dalam menjalankan tradisi ini, salah satunya di Pulau Mandangin. Pulau yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sampang, memiliki luas sekitar 1,65 kilometer persegi dan penduduk yang cukup padat, mencapai 18.000 jiwa.
Memiliki area terbatas, rumah-rumah di pulau ini dibangun berdekatan, dan jalan-jalan di sekitar pemukiman pun cukup sempit. Rangkaian acara Rokat Tase’ berlangsung selama tiga hari dengan berbagai tahapan.
Pada hari pertama, warga berkumpul di rumah Kepala Desa atau yang akrab disebut Bapak Klebun untuk mengadakan selametan. Acara ini menjadi ajang bagi seluruh warga untuk berdoa bersama agar ritual Rokat Tase’ berjalan lancar.
Di hari kedua, yang merupakan puncak acara Rokat Tase’, sejak pagi hari masyarakat berkumpul di sebuah musholla. Di dekat musholla tersebut terdapat makam dua tokoh penting di Pulau Mandangin, yaitu Bangsacara dan Ragapadmi. Sebelum melanjutkan ke pantai, para peserta melakukan doa bersama serta membaca sholawat.
Sementara itu, sejumlah perahu telah dihias dengan ornamen dan pernak-pernik untuk persiapan acara larung sesajen di laut. Selama prosesi ini, akses transportasi laut menuju Pulau Mandangin ditutup sementara untuk umum.
Ritual Rokat Tase’ dipersiapkan secara gotong royong antara masyarakat dan instansi terkait, menjadikannya acara yang meriah. Selain warga, aparat Kepolisian dan TNI turut serta, bersama Wakil Bupati Sampang, untuk meramaikan suasana. Tim Gerbang Pulau Madura dan perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sampang juga hadir untuk mendokumentasikan acara.
Acara dimulai pukul 07.00 pagi dan berlangsung hingga siang menjelang sore. Pada hari ketiga, kegiatan Rokat Tase’ ditutup dengan pertunjukan ludruk dan hiburan rakyat lainnya.
Tradisi Rokat Tase’ di Pulau Mandangin rutin diadakan setiap tahun, tepatnya pada bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan selalu dinantikan oleh masyarakat setempat. (Sumber: pulaumadura.com)