Rumah Lasem Merah dikenal juga sebagai Tiongkok Kecil atau Petit Chinois ini memang menyimpan berbagai potensi warisan budaya. Bukan hanya peninggalan budaya lokal saja, melainkan juga Cina dan Eropa (Hindia Belanda).
Berlokasi di Desa Karangturi, Lasem, Rembang, rumah ini diperkirakan berdiri sejak 1.860.
Bangunan ini bergaya Hindia dan Tiongkok. Menurut sejarah, dulunya kawasan ini adalah pusat perkembangan imigran Tiongkok terbesar di Jawa pada abad ke-14 hingga abad ke-15.
Kedatangan imigran ini terjadi karena adanya pelayaran dari armada Laksamana Ceng Ho ke Jawa. Akibatnya, banyak warga dari Tiongkok yang datang ke bagian utara Pulau Jawa dan menetap di Lasem.
Rumah peninggalan Belanda berarsitektur khas Eropa itu pada tahun 2012, bangunan tersebut direstorasi menjadi “Tiongkok Kecil Heritage”.
Baca juga:Sedekah Bumi Ngotet, Cara Masyarakat Rembang Hormati Leluhur
Di kawasan ini salah satu obyek yang menarik adalah sumur tua bernama Sumur Kuning.
Hingga sekarang, air dari sumur tersebut masih digunakan untuk memasak. Di setiap sisi susur Rumah Merah, pengunjung juga bisa melihat secara langsung display peninggalan benda-benda abad 18.
Disamping itu, kawasan ini juga dikenal sebagai Oemah Batik Tiga Negeri karena batik diproduksi di tiga tempat yakni Lasem, Pekalongan, dan Solo.
Pengunjung dapat melihat berbagai batik dengan ciri khasnya yang memiliki perpaduan warna merah, cokelat, dan biru.
Fasilitas di tempat ini juga cukup lengkap. Mulai dari tempat parkir yang luas, pusat informasi, pusat kuliner, tempat beribadah, penginapan, toilet, berbagai spot foto yang menarik hingga panggung hiburan.
Demi melestarikan Kota Tua Lasem, saat ini pemerintah daerah setempat telah mengusulkan objek wisata tersebut ke UNESCO untuk ditetapkan sebagai warisan dunia. (Dari Berbagai Sumber)