Berita

Sanggar Satria Wonosobo, Wadah Bakat dan Pelestarian Seni

Di tengah arus digitalisasi yang semakin berkembang di era modern, pelestarian seni daerah menjadi tantangan tersendiri. Sanggar Satria Wonosobo terus berkomitmen mengenalkan dan melestarikan kesenian tradisional. Lungit Sadwinorsih atau yang akrab disapa Uti Woko, melalui Sanggar Satria, dia mewadahi generasi muda dalam menyalurkan bakat dan hobi, sekaligus melestarikan seni tradisional. Sanggar Satria sendiri berdiri pada […]

Oleh Anisa Kurniawati

Sanggar Satria Wonosobo, Wadah Bakat dan Pelestarian Seni
Murid Sanggar Satria Wonosobo sedang berlatih tari Bondan Kendi. Foto. Anisa
Diterbitkan

Di tengah arus digitalisasi yang semakin berkembang di era modern, pelestarian seni daerah menjadi tantangan tersendiri. Sanggar Satria Wonosobo terus berkomitmen mengenalkan dan melestarikan kesenian tradisional. 

Lungit Sadwinorsih atau yang akrab disapa Uti Woko, melalui Sanggar Satria, dia mewadahi generasi muda dalam menyalurkan bakat dan hobi, sekaligus melestarikan seni tradisional.

Sanggar Satria sendiri berdiri pada tahun 1998 dan diresmikan tahun 2008.

Sejarah Sanggar Satria

Awalnya, Sanggar Satria berdiri karena permintaan wali murid yang ingin Uti mendirikan sanggar.

Saat itu Lungit Sadwinorsih hanyalah seorang ibu rumah tangga. Bakat menarinya berasal dari turunan. Semua keluarganya merupakan keluarga seni.

Saat awal berdiri, Sanggar Satria hanya memiliki lima murid, hingga sekarang muridnya mencapai 140-an dari berbagai usia. Tujuannya mendirikan sanggar selain sebagai wadah penyalur hobi juga ingin melestarikan kesenian jawa. 

“Kita menampung anak-anak yang hobinya menari. dan biar membentuk, kalau seni itu kan lemah-lembut ya, mbak. dan mengurangi anak-anak main, apalagi sekarang lebih sering main hp. dan untuk menguri-uri budaya juga.” jelas Uti. 

Baca juga: Siti Aminah Marijo, Pelopor Bekatul Beras Merah di Wonosobo

Aktivitas Sanggar Satria

Sanggar Satria sendiri dibagi menjadi beberapa kelas yang dibedakan dari segi usia. Kelas A untuk Paud, kelas B untuk TK, kelas C-E usia SD, dan kelas F untuk usia SMP, SMA, Kuliah dan umum. 

Pada awalnya, rumah Uti yang dijadikan sanggar yaitu di Jl. Pakuwojo, RT 02/RW.02, Sumberan Barat, Wonosobo, Jawa Tengah. Namun banyaknya murid, selain di Sanggar ada yang bertempat di pendopo alun-alun, Mendolo, Don Bosco. 

Setiap hari Sabtu dan Minggu, dari pukul 10 hingga siang, puluhan anak-anak dari berbagai usia berlatih menari. Tak hanya menari, Sanggar Satria juga menawarkan pelatihan karawitan serta menyewakan kostum-kostum tari tradisional.

Sanggar Berprestasi

Tak hanya berlatih menari, Sanggar Satria juga kerap mengikuti berbagai festival dan event budaya serta berbagai perlombaan di Wonosobo maupun luar daerah. Banyak sudah penghargaan yang sudah dicapai sanggar ini. 

Berbagai perlombaan juga sudah dimenangkan murid-murid dari Sanggar Satria.

Baru-baru ini Sanggar Satria memperoleh juara 1 untuk perlombaan tari Ramayana yang diadakan di Jogja. Perlombaan tari ini sendiri diadakan dalam rangka pelestarian seni dan membangkitkan kembali Ramayana. 

Sanggar Satria juga memiliki salah satu tarian khas yang masih diajarkan hingga sekarang. Tarian itu adalah Lengger Solasih yang diciptakan Suwoko (Bapak Uti), pada tahun 2010. Tari ini mendapatkan juara 1 waktu perlombaan di Solo. 

Sebagai pemilik sekaligus pelatih di Sanggar Satria, Uti mengaku senang melihat generasi muda masih banyak yang berminat terhadap kesenian tradisional. 

“Pertama senang ya mbak bisa melatih mengajar anak-anak yang  senang seni dan mempunyai seni dan nanti bisa untuk ke depannya, anak-anak bisa mengembangkan seni kita sendiri. jangan sampai kalah dengan luar negeri ya mbak. itulah kita harus menjaga kesenian kita.” kata Uti.

TopikBerita
Berita24 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati