Budaya

Sejarah Candi Sumur, Warisan Budaya Abad ke-14

Candi Sumur, sebuah situs bersejarah yang terletak di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, menyimpan kisah dan keunikan tersendiri. Hanya sekitar 150 meter dari Candi Pari, candi ini memiliki keistimewaan yang tidak banyak diketahui orang. Dinamai Candi Sumur karena keberadaan sumur di dalamnya, yang sayangnya kini telah mengering. Meskipun kondisi fisik Candi Sumur […]

Oleh Achmad Aristyan

Sejarah Candi Sumur, Warisan Budaya Abad ke-14
Candi Sumur jadi salah satu peninggalan bersejarah di Jawa Timur. Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id
Diterbitkan

Candi Sumur, sebuah situs bersejarah yang terletak di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, menyimpan kisah dan keunikan tersendiri. Hanya sekitar 150 meter dari Candi Pari, candi ini memiliki keistimewaan yang tidak banyak diketahui orang. 

Dinamai Candi Sumur karena keberadaan sumur di dalamnya, yang sayangnya kini telah mengering. Meskipun kondisi fisik Candi Sumur tidak utuh lagi, jejak sejarahnya tetap terlihat melalui sisa-sisa bangunannya.

Candi ini memiliki dimensi berdenah bujur sangkar dengan ukuran 8 m x 8 m, menjadikannya lebih kecil dibandingkan dengan Candi Pari yang terletak dekatnya.  Struktur bangunan Candi Sumur terbuat dari bata, dengan arah hadap ke barat. 

Keunikan candi ini juga tampak dari anak tangga yang terletak di sisi selatan, yang cukup curam dan tidak dilengkapi dinding di sisinya. Oleh karena itu, pengunjung perlu berhati-hati saat menaikinya, karena bata penyusun anak tangga tersebut tidak tersusun dengan rapi.

Sayangnya, tidak ada relief atau ukiran yang menghiasi dinding atau kaki candi, yang membuat Candi Sumur berbeda dengan banyak candi lainnya di Indonesia. Namun, penemuan sebuah lingga yoni di bilik candi menunjukkan bahwa agama Hindu adalah latar belakang dari pembangunan candi ini, dan diduga didirikan pada abad ke-14 M, bersamaan dengan Candi Pari.

Candi Sumur pernah menjadi perhatian para peneliti Belanda, seperti yang tercatat dalam dokumen ROC (Rapporten Van de Comissie in Nederlandsch Indie Voor Oudheidkundig Onderzoek Op Java en Madoera) dan ROD (Rapporten Van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie) pada tahun 1910, 1914, dan 1915. 

Candi ini ditemukan pada tanggal 10 Oktober 1906 dan mengalami pemugaran pada tahun 1999, 2001, dan 2002 oleh Proyek Pemanfaatan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur. Proses pemugaran dilakukan dengan sistem tambal-sulam, yaitu pemugaran tanpa membongkar seluruh bahan penyusun bangunan, sehingga tetap mempertahankan nilai sejarahnya.

Keberadaan Candi Sumur menjadi salah satu bukti peninggalan sejarah yang penting di Jawa Timur, mengingatkan kita akan kejayaan masa lalu dan keberagaman budaya yang ada di Indonesia. 

Meskipun tidak sepopuler situs-situs lainnya, Candi Sumur patut menjadi salah satu tujuan wisata sejarah bagi mereka yang ingin menjelajahi warisan budaya dan sejarah bangsa. (Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

TopikBudaya
Budaya03 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan