Budaya

Sejarah Gado-Gado, Hidangan Sayuran Sejak Era Kesultanan

Gado-gado adalah makanan khas Indonesia yang terdiri atas berbagai sayur-sayuran, kentang, tempe, tahu, telur rebus, bumbu kacang dan kerupuk. Hidangan ini dikenal dengan rasanya yang kaya rempah dan teksturnya yang gurih. Gado-gado tidak hanya lezat, tetapi juga sehat karena mengandung berbagai macam sayuran segar yang memberikan manfaat nutrisi bagi tubuh. Sejarah Gado-gado Gado-gado memiliki sejarah […]

Oleh Achmad Aristyan

Sejarah Gado-Gado, Hidangan Sayuran Sejak Era Kesultanan
Gado-gado khas Jakarta. Foto: Wikimedia Commons/ Piknikdong
Diterbitkan

Gado-gado adalah makanan khas Indonesia yang terdiri atas berbagai sayur-sayuran, kentang, tempe, tahu, telur rebus, bumbu kacang dan kerupuk. Hidangan ini dikenal dengan rasanya yang kaya rempah dan teksturnya yang gurih. 

Gado-gado tidak hanya lezat, tetapi juga sehat karena mengandung berbagai macam sayuran segar yang memberikan manfaat nutrisi bagi tubuh.

Sejarah Gado-gado

Gado-gado memiliki sejarah yang kaya dan unik. Konon, hidangan ini bermula abad ke-17 ketika Kesultanan Mataram di bawah kekuasaan Sultan Agung melakukan penyerbuan di Batavia (Jakarta kini). 

Saat itu, prajurit warok dari Ponorogo yang tergabung dalam pasukan perang mengalami kekurangan bahan makanan, terutama beras. Mereka terpaksa mencari cara untuk bertahan hidup dengan memanfaatkan sayuran mentah yang ada di sekitar persawahan. 

Untuk menambah cita rasa, prajurit ini menciptakan bumbu dari kacang tanah yang dihaluskan dan menyiramkannya ke sayuran yang ada. Tindakan ini dalam bahasa Jawa disebut Gadho, yang berarti makan hanya lauk tanpa nasi. 

Dalam perkembangan selanjutnya, resep bumbu kacang ini terus diadopsi dan disesuaikan masyarakat untuk menciptakan Gado-gado yang seperti kita kenal sekarang. Sajian ini berisi sayur-sayuran, kentang, tempe, tahu, telur rebus, dan lontong yang diiris kecil-kecil, disiram dengan bumbu kacang dan disajikan dengan kerupuk.

Baca juga: Mencicipi Grubi Sajian Kuliner Khas Jawa Terbuat Dari Ubi

Kuliner Gado-gado yang terdiri dari sayur-sayuran, kentang, tempe, tahu, telur rebus, dan lontong yang diiris kecil. Foto: Wikipedia/Sakurai Midori

Bahan-bahan dan Cara Pembuatan

Gado-gado terdiri dari berbagai sayuran segar yang direbus dan dicampur dengan bumbu kacang yang khas. Bahan-bahan utama untuk membuat Gado-gado meliputi sayuran hijau seperti selada, kubis, bunga kol, kacang panjang, dan taoge. 

Kadang-kadang, pare dan mentimun juga ditambahkan untuk memberikan rasa segar. Irisan kentang telur rebus, tempe, tahu, dan irisan jagung pipil juga bagian dari hidangan ini.

Bumbu kacang adalah kunci dari kelezatan Gado-gado. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat saus kacang antara lain kacang tanah yang dihaluskan, bawang putih, cabai rawit atau merah sesuai selera, air jeruk nipis, garam, gula merah. 

Terkadang ditambah santan, kecap, terasi, atau kencur untuk memperkaya rasa. Bumbu kacang ini dihaluskan bersama bahan lainnya hingga lembut dan menyatu.

Saus kacang lalu disiramkan ke atas sayuran yang sudah disiapkan dan diaduk rata sebelum disajikan.

Variasi Gado-gado

Gado-gado memiliki beberapa variasi tergantung wilayah dan selera lokal. Misalnya, di Jawa bagian timur, bumbu kacang biasanya sudah dibuat matang dan siap digunakan, sedangkan di Jawa bagian tengah hingga Jakarta, bumbu kacang dibuat segar dan langsung digunakan. 

Di daerah pantai utara Jawa seperti Semarang, Gado-gado lebih dikenal dengan lontong dan ketupat yang diiris kecil sebagai pelengkap. Di Wonosobo dan sekitarnya, Gado-gado sering disebut pecel dengan tambahan lauk seperti telur goreng dan sambal goreng tempe. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya22 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan