Budaya

Simbol Ketangguhan dan Keberanian Pria dalam Tari Baris Bali

Tari baris, salah satu tarian khas Bali, yang identik dengan kaum laki-laki. Tarian ini sering kali menjadi tarian pertama yang diajarkan kepada anak laki-laki Bali sebelum mereka dewasa. Tarian ini menggambarkan ketangguhan dan keberanian para prajurit. Menurut beberapa sumber, kata “Baris” berasal dari “bebarisan” yang berarti barisan atau formasi. Dalam hal ini merujuk pada barisan […]

Oleh Anisa Kurniawati

Simbol Ketangguhan dan Keberanian Pria dalam Tari Baris Bali
Foto: Indonesia Kaya
Diterbitkan

Tari baris, salah satu tarian khas Bali, yang identik dengan kaum laki-laki. Tarian ini sering kali menjadi tarian pertama yang diajarkan kepada anak laki-laki Bali sebelum mereka dewasa.

Tarian ini menggambarkan ketangguhan dan keberanian para prajurit. 

Menurut beberapa sumber, kata “Baris” berasal dari “bebarisan” yang berarti barisan atau formasi. Dalam hal ini merujuk pada barisan prajurit yang melayani raja-raja Bali pada masa lampau.

Selain itu juga mengacu untuk melindungi kerajaan mereka kala mendapat gangguan.

Bagian Ritual Keagamaan

Menurut catatan pada Kidung Sunda, Tari Baris diperkirakan telah ada sejak abad ke-16. Catatan itu disebutkan adanya tujuh jenis tari baris yang dipentaskan dalam upacara kremasi.

Dari keterangan itu, diduga kuat Tari Baris dulunya bagian dari ritual keagamaan.

Jenis Tari Baris yang berkaitan dengan ritual keagamaan disebut Tari Baris Gede. Selain dari Kidung Sunda, catatan tentang tarian ini juga terdapat dalam manuskrip Usana Bali.

Dijelaskan bahwa Dewa Indra membangun Kahyangan di Kedisan, Tihingan, Manukraya, dan Kaduhuran. Setelah pembangunan itu, digelar upacara dengan beberapa pementasan, seperti Tari Rejang dan Tari Baris.

Sejak saat itu ada pementasan Tari Rejang dan Tari Baris di pura-pura. Tari Baris ini terdiri dari 8 hingga 40 penari.

Pertunjukan Tari Baris 

Tari Baris Ritual dibawakan secara berkelompok yang terdiri dari 8 hingga 40 penari. Tarian ini memiliki makna sakral dan biasanya dipentaskan dalam upacara keagamaan, seperti upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya.

Sering juga disebut Tari Baris Gede. Tari Baris ini sering diidentifikasi dari senjata, alat upacara yang dibawa, warna, hingga kekhasan tariannya. Seiring perkembangannya, tari baris muncul variasi baru yaitu tari baris tunggal. 

Tarian ini dibawakan satu atau dua penari dan lebih menekankan aspek estetik tidak untuk keagamaan. Gerakan dalam Tari Baris mengekspresikan karakteristik prajurit yang gagah berani, dengan ekspresi wajah yang berubah-ubah.

Secara keseluruhan, tari baris ini dianggap khas dari karakter laki-laki yang kuat. Saat ini di Bali, terdapat beragam jenis tari baris yang jumlahnya mencapai 40 jenis. Setiap jenis tari baris umumnya diberi nama sesuai ciri khasnya. 

Berbagai varian Tari Baris terus dikembangkan dan dipentaskan dalam berbagai acara, baik ritual maupun non-ritual, untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya ini.

Saat ini, Tari Baris tidak hanya menjadi simbol ketangguhan prajurit Bali. Tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Bali hingga saat ini. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya19 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati