Budaya

Simbol Perjuangan Masyarakat Subang dalam Kesenian Sisingaan 

Salah satu bentuk kreativitas budaya masyarakat kabupaten Subang, Jawa Barat adalah Kesenian Sisingaan. Salah satu daya tarik dari kesenian ini adalah patung singa bongsang. Melansir dari laman subang.go.id, kesenian sisingaan di Kabupaten Subang berawal dari upacara menyunat anak laki-laki. Saat acara digelar, anak laki-laki ini dihibur dulu, lalu diarak keliling kampung dengan kursi hias yang disebut […]

Oleh Anisa Kurniawati

Simbol Perjuangan Masyarakat Subang dalam Kesenian Sisingaan 
Foto: wikimedia commons
Diterbitkan

Salah satu bentuk kreativitas budaya masyarakat kabupaten Subang, Jawa Barat adalah Kesenian Sisingaan. Salah satu daya tarik dari kesenian ini adalah patung singa bongsang. 

Melansir dari laman subang.go.id, kesenian sisingaan di Kabupaten Subang berawal dari upacara menyunat anak laki-laki. Saat acara digelar, anak laki-laki ini dihibur dulu, lalu diarak keliling kampung dengan kursi hias yang disebut jampana. 

Di atas jampana duduk anak yang akan disunat. Kemudian jampana (kursi yang telah dihias) diusung empat orang dewasa. Saat diarak, diiringi dengan berbagai alat musik seperti dog-dog, kendang, kempul, dan kecrek. 

Patung Singa Bongsang

Seiring perubahan waktu, jampana mengalami perubahan bentuk menjadi patung singa bongsang. Patung ini terbuat rangkaian bambu (Carangka) yang dibungkus karung goni.

Kepala dan kaki patung terbuat dari kayu randu dan rambutnya dari tali rafiya, matanya dari tutup botol minuman. 

Menurut, buku Perkembangan kesenian Sisingaan di Kabupaten Subang, H. Armin Asdi. Sisingaan merupakan simbol bentuk perjuangan masyarakat Kabupaten Subang terhadap penjajah Inggris.

Patung Singa melambangkan penguasa Kerajaan Inggris. Kemudian anak sunat penunggang patung singa melambangkan generasi penerus bangsa. Pengusung melambangkan masyarakat pribumi  yang tertindas dan berjuang mengusir penjajah. 

Jalannya Pertunjukan Sisingaan

Pertunjukan Sisingaan diawali dengan kata-kata sambutan yang dilakukan pimpinan kelompok. Selanjutnya anak yang di khitan menaiki boneka singa. Saat musik dimainkan dan Sisingan digotong, maka pertunjukan dimulai. 

Para pengusung singa melakukan tarian-tarian dan gerakan-gerakan akrobat. Setelah acara pembukaan, dilanjutkan arak-arakan Sisingaan. Setelah sampai ke tempat semula, para pengusung singa akan melakukan atraksi akrobat atau silat.

Di beberapa daerah ada juga kelompok grup Sisingaan yang memadukan adegan debus. Kesenian ini pun kemudian berkembang menjadi seni hiburan.

Patung Singa Boneka

Kesenian ini juga melekat sebagai kebudayaan yang berasal dari Kabupaten Subang. Sisingaan mulai berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah lain di Jawa Barat. 

Di Indramayu, tahun 2000-an, seniman di Indramayu membuat inovasi baru pada patung singa boneka. Patung ini diganti dengan bentuk-bentuk lain seperti burung rajawali, naga, binatang atau makhluk legenda lainnya. 

Meski begitu, setelah arak-arakan boneka tetap menjadi acara pembukaan dan atraksi. Tujuannya untuk tetap mempertahankan akar sejarahnya yang berasal dari Kabupaten Subang.

Kesenian ini yang tadinya berfungsi sebagai hiburan juga sering dipentaskan dalam acara-acara khusus. Saat ini, Sisingaan menjadi identitas produk budaya sekaligus menjadi ikon daerah Kabupaten Subang. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya07 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati