Budaya

Soto Bathok, Sajian Unik dengan Tempurung Kelapa Khas Mergolangu

Soto Bathok, salah satu kuliner unik khas Desa Mergolangu, Wonosobo. Kuliner ini menggunakan tempurung kelapa sebagai tempatnya, sehingga menimbulkan aroma bathok yang khas. Selain itu, soto Bathok biasa dimakan bersama golak sebagai pengganti nasi. Desa Mergolangu, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo tidak hanya dikenal akan keindahan gunung Lanangnya saja. Ada juga kuliner yang menarik perhatian banyak […]

Oleh Anisa Kurniawati

soto bathok
Sajian Soto Bathok khas Mergolangu, Wonosobo. Foto: Anisa
Diterbitkan

Soto Bathok, salah satu kuliner unik khas Desa Mergolangu, Wonosobo. Kuliner ini menggunakan tempurung kelapa sebagai tempatnya, sehingga menimbulkan aroma bathok yang khas. Selain itu, soto Bathok biasa dimakan bersama golak sebagai pengganti nasi.

Desa Mergolangu, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo tidak hanya dikenal akan keindahan gunung Lanangnya saja. Ada juga kuliner yang menarik perhatian banyak orang, yaitu Soto Bathok. Kuliner ini berbahan utama daging sapi ditambah pelengkap bihun, tauge, kacang goreng, dan ditaburi dengan bawang goreng.

Salah satu ciri khas dari sajian berkuah bening ini adalah aroma khas bathok atau tempurung kelapa dari mangkuk yang digunakannya. Ditambah lagi dinikmati bersama dengan golak sebagai pengganti nasi membuat kuliner ini berbeda daripada soto pada umumnya.

Baca juga: Kuliner Wonosobo Bucu Pendem, Ayam Panggang Utuh dalam Nasi

Golak sendiri adalah olahan singkong yang diparut kemudian dikukus, lalu ditumbuk dan didinginkan. Setelah dingin dipotong berbentuk dadu dan digoreng hingga kecokelatan. Sebenarnya golak sendiri cukup umum ditemui di Wonosobo, beberapa desa menyebutnya sebagai depok.

soto bathok
Golak pengganti nasi. Foto: Adi

Ibu Kahono, salah satu pionir penjual Soto Bathok di Desa Mergolangu mengaku mampu menjual ratusan mangkuk soto Bathok ketika wisata Gunung Lanang masih ramai dikunjungi.

“Mulai berjualan sejak tahun 2016 di area wisata Gunung Lanang. Dulunya sehari dengan harga seporsi Rp 10.000 bisa puluhan hingga ratusan mangkuk. Sekarang jualannya kalau ada orang yang mau pesan untuk acara saja” Kata Ibu Kahono.

Lebih lanjut, Ibu Kahono menjelaskan, ide awal menggunakan bathok atau tempurung kelapa sebagai mangkuk karena kalau pakai mangkuk biasa terlalu umum. Dia ingin membuat sesuatu yang berbeda, sehingga digunakanlah tempurung kelapa sebagai wadahnya.

“Awalnya kan kalau pakai mangkuk terlalu biasa, jadi pakai bathok. Selain itu aroma dari bathok bisa menambah cita rasa makanan. Tempat mangkuknya sendiri dibuat sama pengrajin yang juga tinggal di Desa Mergolangu” tutur Ibu Kahono.

Soto Bathok terbuat dari daging sapi yang direbus terlebih dahulu. Kemudian, bumbu-bumbu rempah seperti bumbu halus, serai, salam, bunga lawang, dan lainnya dimasukkan. Setelah mendidih koreksi rasa.

Baca juga: Siti Nuhayati, Sosok di Balik Manisnya Gula Aren Desa Mergolangu

Di mangkuk Bathok, siapkan bihun, tauge, kacang goreng, serta daging sapi yang sudah dipotong kecil-kceil. Baru setelah itu, diguyur kuah kaldu bening, ditambahkan dengan taburan bawang goreng serta daun bawang dan seledri. Jika pengunjung suka, bisa juga ditambahkan dengan perasan jeruk nipis.

Dengan harga terjangkau, pengunjung sudah bisa menikmati semangkuk soto Bathok yang lezat. Penasaran dengan rasanya? Pengunjung dapat menikmati Soto Bathok khas Mergolangu di rumah Ibu Kahono yang berada di Dusun Wonosari, Desa Mergolangu, Wonosobo.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati