Taman Sejarah di kawasan Bunderan Munjul, Kabupaten Majalengka memuat sejarah Majalengka yang terangkum dalam relief sepanjang 30-an meter. Relief yang dibuat oleh dua pemahat asal Majalengka dan Jepara tersebut, siap mengedukasi masyarakat setempat maupun pengunjung yang singgah.
Majalengka, sebuah kabupaten yang memiliki sejarah panjang kini di abadikan dalam relief spanjang 30 meter dengan tinggi 4 meter. Kini di Taman Sejarah selalu ramai, pengunjung tidak hanya berswafoto, tapi juga bisa belajar tentang masa lalu daerah Majalengka.
Relief yang terbuat dari batu tersebut dibuat oleh dua pemahat asal Majalengka dan Jepara. Relief tersebut terbagi dalam enam fragmen yang memuat gambaran peristiwa yang pernah terjadi di Majalengka sejak abad 14 hingga 18.
Selain relief-relief, Taman Sejarah juga dilengkapi sejumlah prasasti berupa informasi nama-nama bupati di Majalengka sejak 1819 hingga sekarang. Ada juga totem enam tokoh yang berasal dari Majalengka.
6 Fragmen Relief Taman Sejarah Majalengka
Fragmen pertama, menceritakan tentang kejayaan masa Kerajaan Talaga Abad ke-14, di bawah pemerintahan Ratu Simbar. Relief ini memperlihatkan kehidupan sehari-hari rakyat, serta benda peninggalan kerjaan, seperti Gamelan, Goong, Renteng dan meriam Cetbang.
Fragmen kedua, mengangkat tokoh bernama Ki Bagus Rangin, seorang pahlawan dari utara Majalengka bersama masyarakatnya melawan penjajah Belanda di daerah Jawura. Fragem ketiga, mengenai kisah tentang terbentuknya Kabupaten Majalengka oleh pemerintahan kolonial Belanda pada 5 Januari 1815 dan penunjukan Bupati Maja pertama, R. T Dendanegara.
Fragmen keempat, mengisahkan tentang perpindahan pemerintahan ke Sindangkasih pada tahun 1840 yang kini menjadi bagian dari Majalengka. Fragemen kelima, adalah masa pemerintahan Bupati R.A.A Kertadiningrat (1839 – 1858).
Terakhir, fragmen kelima berisi mengenai warisan infrastruktur kolonial Belanda, seperti pabrik gula Kadipaten, pabrik gula Jatiwangi dan dermaga sungai Cimanuk yang pada saat itu menjadi jalur transportasi penting dari Batavia ke Majalengka.
Selain itu, di relief juga terdapat gugunungan dengan tinggi tujuh meter. Dalam dunia pewayangan gugunungan tersebut memiliki arti sendiri. Di relief tersebut, gugunungan bermakna cerita peristiwa-peristiwa masa lalu Majalengka. Hal tersebut juga melambangkan bahwa ada zat yang mengatur segala kehidupan.
Taman Sejarah Majalengka yang dibangun sejak 2021 dan diresmikan pada Januari 2022 tersebut bukan hanya sekedar tempat wisata. Namun juga sebagai media edukatif bagi pengunjung, terlebih masyarakat Majalengka agar mengetahui sejarah daerahnya.
(Berbagai sumber)