Berita

Terkendala Lahan, Pemkab Wonosobo Tunda Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Kabupaten Wonosobo masih terus mencari lokasi yang sesuai untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Program ini merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu. Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, menyampaikan bahwa syarat utama pembangunan Sekolah Rakyat adalah tersedianya lahan minimal lima hektare. Sebelumnya, Kecamatan Leksono sempat dipertimbangkan sebagai […]

Oleh Anisa Kurniawati

pembangunan sekolah rakyat
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo. Foto: jateng.tribunnews.com
Diterbitkan

Pemerintah Kabupaten Wonosobo masih terus mencari lokasi yang sesuai untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Program ini merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, menyampaikan bahwa syarat utama pembangunan Sekolah Rakyat adalah tersedianya lahan minimal lima hektare.

Sebelumnya, Kecamatan Leksono sempat dipertimbangkan sebagai lokasi. Namun rencana itu urung dilanjutkan karena tanah yang tersedia berstatus sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga tidak boleh dialihfungsikan.

“Di Leksono sebenarnya ada lahan seluas lima hektare, tapi statusnya LP2B yang digunakan untuk sawah. Lahan seperti itu harus dilindungi dan tidak bisa digunakan untuk keperluan lain,” jelas Andang, dilansir dari mercusuar.co, Kamis (17/4/2025).

Baca juga: Kodim 0707 dan Bulog Wonosobo Kawal Panen Raya di Rejosari

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab kini tengah mengevaluasi beberapa alternatif lokasi seperti di sekitar Taman Fatmawati, Jlamprang, dan Tumenggungan. Namun demikian, sejauh ini belum ada lahan yang memenuhi luasan minimal tersebut. Andang juga menambahkan bahwa tidak terdapat bangunan tak terpakai yang bisa dimanfaatkan sementara sebagai sekolah.

Pemkab Wonosobo telah meminta waktu tambahan kepada Kementerian Sosial untuk membahas kembali rencana ini di tingkat daerah, dan berencana segera mengajukan lokasi baru dalam waktu dekat.

Dengan keterbatasan waktu, Wonosobo diperkirakan belum dapat ikut serta dalam pembangunan tahap pertama Sekolah Rakyat. Kemungkinan besar, pembangunan baru akan dilakukan pada tahap kedua.

Sekolah Rakyat dirancang menggunakan sistem boarding school dengan total 36 rombongan belajar. Selain pendidikan akademik, para siswa juga akan dibekali pembinaan karakter dan keterampilan.

“Harapannya, siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dibekali attitude dan skill yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” tambah Andang.

Ia menekankan bahwa pelaksanaan program ini harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari proses rekrutmen siswa yang bersih dari intervensi, hingga ketersediaan guru berkualitas dan sistem pengawasan pembelajaran.

“Kalau semua aspek tidak disiapkan dengan baik, seperti guru yang belum siap meski gedungnya sudah ada, tentu akan menghambat kualitas pendidikan,” pungkasnya.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati