Pariwisata

Wisata Alam dan Religi di Situ Lengkong Panjalu Ciamis

Pemandangan alam yang memesona ditawarkan Situ Lengkong Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sebuah danau yang memiliki luas 57,95 hektar. Selain menjadi destinasi wisata alam, kawasan wisata ini juga lokasi wisata religi. Pengunjung dapat berziarah ke makam Prabu Hariang Kancana, atau disebut juga Borosngora. Dilansir dari disparbud.jabarprov.go.id, konon Situ Lengkong merupakan buatan para leluhur yang hidup di […]

Oleh Anisa Kurniawati

Wisata Alam dan Religi di Situ Lengkong Panjalu Ciamis
Keindahan alam Situ Lengkong Panjalu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Foto: GoogleMaps/Agus Abi Kamal
Diterbitkan

Pemandangan alam yang memesona ditawarkan Situ Lengkong Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sebuah danau yang memiliki luas 57,95 hektar.

Selain menjadi destinasi wisata alam, kawasan wisata ini juga lokasi wisata religi. Pengunjung dapat berziarah ke makam Prabu Hariang Kancana, atau disebut juga Borosngora.

Dilansir dari disparbud.jabarprov.go.id, konon Situ Lengkong merupakan buatan para leluhur yang hidup di zaman Kerajaan Hindu Panjalu. Raja Panjalu itu menginginkan putra mahkotanya memiliki ilmu paling ampuh dan sempurna.  

Legenda Situ Lengkong

Putra mahkota yang bernama Borosngora kemudian diperintahkan ke suatu tempat dan berakhir di Tanah Suci Mekah. Di sanalah dia memeluk dan mempelajari agama Islam.

Sang putra mahkota akhirnya pulang ke Panjalu dengan dibekali air zamzam, pakaian kesultanan, dan pedang. Di Panjalu, ia mengubah Kerajaan dari Hindu menjadi Islam dan diikuti seluruh rakyatnya.

Konon air zamzam yang dibawanya itu ditumpahkan ke sebuah lembah hingga akhirnya terjadilah danau yang kini dikenal dengan nama Situ Lengkong.

Terlepas dari kisah legenda itu, Situ Lengkong memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar. Situ Lengkong dimanfaatkan untuk mengairi persawahan serta mencari berbagai jenis ikan.

Bahkan, situ ini juga dijadikan sebagai tempat wisata di era pemerintahan Hindia Belanda. 

Salah satu spot menarik di kawasan Situ Lengko. Foto: GoogleMaps/Yofan Gunadi

Wisata Alam dan Religi

Keindahan alam Situ Lengkong Panjalu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Airnya yang tenang dan jernih menciptakan suasana damai yang sulit ditemukan di tempat lain. Pengunjung dapat menyusuri danau dengan perahu.

Sejak tahun 1919, Situ Panjalu ditetapkan sebagai cagar alam. Di antaranya ada Nusa Larang yang tertutupi hutan dan dihuni berbagai fauna. Keindahan alam dan budaya di sekitar situ menjadi objek fotografi yang menarik.

Selain wisata alam, Situ Lengkong juga dijadikan tempat wisata religi. Lokasi ini terdapat Makam Prabu Hariang Kancana (Raja Panjalu). Makam yang disakralkan tersebut berada di pulau tengah danau yang bernama Nusa Gede.

Pengunjung juga dapat melihat Museum Bumi Alit. Di sana, terdapat benda purbakala seperti menhir, batu penyucian, batu penobatan, dan  naskah dan perkakas peninggalan raja Panjalu.

Selain itu juga dapat ikut serta dalam tradisi Nyangku.Tradisi ini merupakan ritual membersihkan pusaka peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora. Biasanya diadakan pada hari Senin atau Kamis terakhir bulan Maulud atau Rabiul Awal.

Situ Lengkong Panjalu adalah destinasi wisata yang menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan alam, nilai sejarah, dan tradisi budaya.

Tempat ini tidak hanya ideal untuk mereka yang mencari ketenangan dan keindahan, tetapi juga bagi para pecinta sejarah dan kebudayaan.

TopikPariwisata
Pariwisata05 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati