By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Keunikan Arsitektur Gedung Sate di Kantor Gubernur Jawa Barat
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Warisan Budaya > Keunikan Arsitektur Gedung Sate di Kantor Gubernur Jawa Barat
Warisan Budaya

Keunikan Arsitektur Gedung Sate di Kantor Gubernur Jawa Barat

Anisa Kurniawati
Last updated: 21/12/2024 04:34
Anisa Kurniawati
Share
Gedung Sate dibangun sejak tahun 1920-1924 dan kini menjadi Kantor Gubernur Jawa Barat. Foto: bandung.go.id
SHARE

Gedung Sate merupakan salah satu bangunan tua di Kota Bandung. Bangunan yang kini difungsikan menjadi Kantor Gubernur Jawa Barat, dibangun sejak tahun 1920-1924. Salah satu keunikan arsitektur bangunan ini adalah ornamen tusuk sate yang ternyata memiliki makna khusus. 

Beralamat di Jalan Diponegoro Nomor 22, Kota Bandung, bangunan ini memiliki 4 lantai, basement, dan ruang pada puncak gedung. Pembangunan gedung ini merupakan bagian dari program pemindahan pemerintahan Hindia Belanda, dari Batavia (Jakarta) ke Bandung.

Gedung ikon Jawa Barat ini merupakan satu bangunan bagian dari pembangunan kompleks pemerintahan. Dulu dinamakan Gouvernement Bedrijven (GB). Sedangkan gedungnya sendiri merupakan kantor Departemen Pekerja Umum dan Pengairan. 

Namun karena krisis moneter pada 1930, gagal dibangun. Kemudian bangunan yang berhasil diselesaikan yaitu Gedung Sate dan Kantor Pos. Bangunan ini mengusung konsep Moor Spanyol. Sedangkan pada bagian atap mengadopsi gaya Asia seperti pura di Bali. 

Baca juga: 7 Gedung Bersejarah di Bandung Jadi Bangunan Cagar Budaya

Ornamen Tusuk Sate

Arsitektur bangunan yang kini menjadi Kantor Gubernur Jawa Barat ini disebut unik karena memadukan arsitektur tradisional Indonesia dengan kemahiran konstruksi barat. Keunikan ini juga dapat dilihat dari puncak atap gedung yang memiliki ornamen enam tusuk sate. 

Ornamen ini membentuk menara atap bersusun yang disebut “tumpang”. Gaya ini mengadopsi seperti Meru di Bali atau atap Pagoda. Di bagian atas atap, terdapat bagian yang menjulang menyerupai tusukan sate. Karena hal itu, masyarakat memberi nama gedung itu “Gedung Sate”.

Menurut beberapa sumber, keenam ornamen tusuk sate ini melambangkan 6 juta Gulden yang digunakan untuk membangun gedung ini. Kemudian besi yang menyerupai tusuk sate di puncak gedung tersebut berfungsi sebagai penangkal petir.

Secara keseluruhan bangunan ini bercirikan tradisional seperti pada bangunan candi-candi Hindu. Hal ini dapat dilihat dari dinding fasad depan gedung. Hal unik lainnya, menurut petugas setempat, di ruang puncak gedung ini, terdapat sebuah alarm. 

Secara otomatis alarm ini akan menyala ketika ada serangan dari musuh. Suara alarm ini mampu menjangkau hingga di luar Kota Bandung. Namun saat ini, alarm hanya dinyalakan sekali dalam setahun selama 10 menit saja. Dan suara alarm hanya terdengar di sekitar gedung.

Bangunan ini kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Gedung Sate sendiri merupakan bangunan yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, serta kebudayaan. (Dari berbagai sumber)

You Might Also Like

Gedung Indonesia Menggugat Saksi Perjuangan Bangsa Indonesia

Napak Tulis, Program Mengenal Dunia Aksara Kuno

Candi Borobudur di Magelang dan Perjalanan Sejarah Penemuannya

Seni Ujungan, Bela Diri Pertaruhan Harga Diri Masyarakat Bekasi

Fadli Zon Usulkan Dangdut Warisan Budaya Takbenda UNESCO 

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Ini Daftar Barang yang Bebas Pajak 12 Persen Tahun 2025
Next Article Desa Wisata Sawarna, Tawarkan Wisata Alam Luar Biasa
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?