By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Legenda Pesut Mahakam dan Kisah Ibu Tiri Yang Kejam
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Cerita Rakyat > Legenda Pesut Mahakam dan Kisah Ibu Tiri Yang Kejam
Cerita Rakyat

Legenda Pesut Mahakam dan Kisah Ibu Tiri Yang Kejam

Anisa Kurniawati
Last updated: 01/12/2024 06:57
Anisa Kurniawati
Share
pesut mahakam
Ilustrasi Legenda Pesut Mahakam, Kalimantan Timur. Foto: Kaskus
SHARE

Salah satu cerita rakyat Kalimatan Timur yang populer adalah Legenda Pesut Mahakam. Konon, pesut mahakam adalah jelmaan anak manusia. Hewan Pesut Mahakam ini bahkan dijadikan sebagai maskot provinsi Kalimantan Timur. Meski begitu, kini keberadaan Pesut Mahakam terancam punah. 

Dilansir dari laman indonesiakaya.com, Alkisah di sebuah desa di sekitar Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, hidup sepasang suami istri. Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki dan perempuan. Mereka hidup harmonis hingga sang Ibu terkena penyakit dan akhirnya meninggal dunia.

Kepergian Ibu menjadi pukulan besar bagi keluarga, terutama Ayah. Akibatnya, rumah dan anak-anaknya tidak terurus. Suatu hari ketika musim panen, penduduk desa mengadakan pesta syukuran hasil bumi. Teman-teman Ayah berusaha menghibur dan mengajaknya ke pertunjukan kesenian.

Disana sang ayah kemudian melihat seorang penari. Parasnya yang cantik dan keindahan tariannya membuatnya terus menonton pertunjukan Sang Penari setiap malam. Tak butuh waktu lama, Ayah pun jatuh hati kepada Sang Penari.Ulah

Ulah Ibu Tiri

Tak lama kemudian, Ayah dan Sang Penari menikah. Setelah menikah, Ayah kembali bersemangat dan rajin bekerja. Ternyata, sang ibu tiri menunjukkan sikap yang sangat berbeda setelah menikah. Setiap Ayah pergi ke hutan atau ladang, Ibu memberi tugas rumah yang berat pada anak-anak.  

Akan tetapi sekembalinya Ayah pulang, Ibu tiri berkata bahwa sepanjang hari anak-anak hanya bermalas-malasan dan tak mau membantunya. Karena sangat mencintai istri barunya, Ayah pun percaya. Bahkan, Ayah setuju saat Ibu tiri ingin menghukum anak-anak. 

Semakin lama, tugas yang diberikan Ibu tiri semakin berat. Tak hanya diberikan makanan sisa,  mereka diminta mencari kayu bakar ke hutan. Bahkan mereka diminta pergi tanpa makan terlebih dahulu, dan tak diizinkan pulang sebelum mendapatkan kayu. 

Seperti biasa Ibu tiri yang kejam itu meminta anak-anak mencari kayu bakar. Menjelang malam mereka baru berhasil mengumpulkan satu keranjang kayu bakar. Tahu akan dimarahi, anak-anak memutuskan untuk bermalam di hutan dengan perut kelaparan.

Pesut Mahakam

Di pagi hari, anak-anak melanjutkan mencari kayu bakar. Setelah cukup lama hingga kelaparan, anak-anak terus menyelesaikan tugas mencari kayu bakar lalu segera pulang. Sesampainya di rumah, anak-anak terkejut melihat rumah yang kosong. Ternyata selama mencari kayu, Ayah dan Ibu  mereka pindah dari rumah itu. 

Mereka kemudian hanya bisa menangis. Setelah lebih tenang, anak-anak memutuskan untuk menjual semua kayu untuk bekal mencari orang tuanya. Setelah dua hari perjalanan, sampailah anak-anak di tepian Sungai Mahakam.

Mereka meliha sebuah rumah kecil dengan jemuran baju yang terlihat seperti milik Ayah. Keduanya segera memasuki rumah, tetapi kosong. Di dalam rumah tercium aroma masakan lezat. Karena lapar mereka mengikuti aroma tersebut dan ternyata terdapat kuali berisi bubur di dapur.

Tanpa pikir panjang, anak-anak memakan bubur panas tersebut hingga habis. Setelah makan, suhu tubuh mereka menjadi panas seperti terbakar api. Panik, mereka menggunakan semua air di dapur untuk minum dan menyiram tubuh, namun tetap nihil. Akhiranya, mereka semua menuju ke sungai, kemudian langsung melompat ke dalam air.

Tak lama kemudian, Ayah dan Ibu tiri sampai ke rumah. Saat masuk ke dapur, Ayah melihat barang anak-anak di samping kuali kosong. Ayah lalu menyadari bahwa mereka tidak kabur seperti kata ibu tiri, namun mencarinya. Kemudian sang Ayah mencari  anak-anaknya hingga ke tepi sungai. 

Di dalam sungai, dia hanya melihat ada dua ikan yang wajahnya mirip manusia. Dia kemudian berlari ke rumah untuk meminta tolong pada Ibu tiri. Namun, sang ibu tiba-tiba menghilang. Sang Ayah akhirnya kembali ke sungai, meratapi anak-anaknya yang telah berubah menjadi ikan. Warga sekitar yang mengetahui tentang kisah ini kemudian menamainya dengan sebutan Pesut Mahakam.

You Might Also Like

Legenda Sangkuriang, Asal Usul Tangkuban Perahu

Legenda Gunung Tampomas, Kisah Perjuangan Seorang Raja

Asal Usul Danau Lipan, Kisah Sirih Ajaib Putri Aji Berdarah Putih

Kisah Di Balik Bunyi Batu Kenong Di Bukit Mantan Probolinggo

Legenda Putri Mambang Linau, Cerita Rakyat Bengkalis, Riau

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Mengenang Ahmad Sadali, Bapak Seni Lukis Abstrak
Next Article Sosiolog Unair Soroti Abekalan, Tradisi Perjodohan Dini Di Madura
2 Comments 2 Comments
  • Pingback: Kisah Di Balik Bunyi Batu Kenong Di Bukit Mantan Probolinggo - emmanus.com
  • Pingback: Cerita Rakyat Putra Raja Cindelaras dan Ayam Saktinya - emmanus.com

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?