Berbeda dengan kebanyakan tempat yang menawarkan olahraga selancar di laut, Riau menghadirkan sesuatu yang unik dengan Bono Surfing di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan. Di sinilah para peselancar mengasah keterampilan mereka bukan di ombak laut, melainkan di sungai yang menyuguhkan gelombang menantang.
Istilah “Bono” merujuk pada ombak besar yang muncul di Sungai Kampar. Fenomena alam ini telah dikenal oleh masyarakat setempat sejak lama. Diceritakan, Ombak Bono merupakan manifestasi dari tujuh hantu yang sering merusak perahu dan kapal. Konon, ombak ini dulu dipakai oleh para pendekar Melayu Pesisir untuk menguji ketangkasan mereka.
Tinggi ombak di Sungai Kampar bisa mencapai 4-5 meter pada waktu tertentu, menjadikannya tantangan yang tidak kalah menarik dibandingkan ombak laut.
Sebagai salah satu sungai terpanjang di Sumatera, Sungai Kampar memiliki panjang sekitar 413 km, dengan sumbernya di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, dan bermuara di Selat Malaka. Fenomena Bono terjadi ketika arus pasang laut bertemu dengan arus sungai. Biasanya, ombak tertinggi dapat diprediksi mengikuti fase bulan purnama, dan ombak ini bisa bergerak sejauh 50-60 km dengan kecepatan 40-50 km/jam.
Keunikan lain dari Bono Surfing adalah ombaknya yang bergerak berlawanan dengan arus sungai, sehingga menciptakan tekanan yang cukup kuat. Ombak Bono bisa memiliki panjang antara 200 meter hingga 2 km, mengikuti lebar sungai.
Bono Surfing bukan hanya menjadi tantangan bagi peselancar lokal, tetapi juga menarik perhatian peselancar internasional. Pemerintah setempat telah memanfaatkan potensi ini dengan menyelenggarakan dua festival tahunan: International Bono Surfing Festival dan Bekudo Bono. Keduanya menjadi platform bagi peselancar untuk memecahkan rekor dunia.
Pada tahun 2013, Steve King dari Inggris bersama dua rekannya berhasil berselancar sejauh 12,3 km dalam waktu 1 jam 13 menit, dan mencatatkan rekor tersebut. Rekor ini kemudian dipecahkan oleh James Cotton, yang berhasil menempuh jarak 17,2 km, masuk dalam Guinness Book of World Records.
Tak hanya kompetisi selancar, festival ini juga menampilkan berbagai acara menarik, seperti Bono Jazz Festival dan area camping pada Festival Bekudo Bono 2019. Inisiatif kreatif pemerintah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak peselancar, baik lokal maupun internasional, untuk mencoba Bono Surfing di Sungai Kampar. (Achmad Aristyan – Sumber: Kemenparekraf.go.id)