By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Desa Terapung Muara Enggelam, Wisata Pedalaman Kalimantan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Pariwisata > Desa Terapung Muara Enggelam, Wisata Pedalaman Kalimantan
Pariwisata

Desa Terapung Muara Enggelam, Wisata Pedalaman Kalimantan

Anisa Kurniawati
Last updated: 22/11/2024 01:53
Anisa Kurniawati
Share
Aliran sungai di Muara Enggelam, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menjadi desa apung yang dikelilingi perairan air tawar. Foto: Indonesia.go.id
SHARE

Di tengah hutan dan sungai-sungai besar Kalimantan Timur tersembunyi sebuah permata yang dikenal sebagai Desa Muara Enggelam. Desa ini bagian Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang berada di tengah Danau Melintang. Desa wisata ini menawarkan wisatawan suasana alam asri, kehidupan tradisional yang damai, dan keramahan masyarakat lokal yang tulus.

Dilansir dari Indonesia.go.id, bila ingin melewati Muara Muntai, dibutuhkan 3 jam waktu tempuh menggunakan mobil dari Tenggarong menuju Muara Muntai. Kemudian, akan berhenti di Desa Kuyung atau Oloy untuk naik perahu ke Desa Muara Enggelam selama 1 jam. Sesampainya di sana, wisatawan akan disambut gerbang masuk berupa tiang gapura yang menjulang tinggi.

Muara Enggelam bukan hanya tempat tinggal penduduk lokal—desa itu merupakan `destinasi unik yang semakin dikenal wisatawan berkat keindahan alam dan kehidupan tradisional masyarakatnya.

Dinas Pariwisata Pemkab Kutai Kartanegara menyebutkan, Muara Enggelam dikelilingi perairan menjadikannya sebuah “desa terapung.” Di sana, rumah-rumah kayu berdiri kokoh di atas air.

Untuk menghubungkan satu rumah ke rumah lainnya, ada infrastruktur berupa jembatan panjang yang menghubungkan bagian-bagian desa, dan pemandangan danau yang memukau. Itu semua menciptakan pemandangan unik yang tak tertandingi.

Baca juga: Uji Nyali Di Jembatan Kanopi Bukit Bangkirai Kalimantan Timur

Namun, lokasi terpencilnya, sekitar 90 km dari Samarinda, membuat perjalanan ke desa ini menjadi tantangan tersendiri. Hanya sedikit orang yang berkesempatan menikmati keindahan Muara Enggelam karena akses transportasi terbatas dan hanya bisa dicapai melalui jalur air.

Sebagai desa yang dikelilingi perairan tawar  seluas 11.000 hektare, Muara Enggelam memiliki sumber daya ikan air tawar melimpah. Mayoritas penduduk desa, yang berjumlah sekitar 747 jiwa dari 178 kepala keluarga, bergantung pada hasil tangkapan ikan sebagai mata pencaharian utama.

Penduduk di sini mengolah ikan menjadi ikan asin dan ikan asap untuk dijual di kota terdekat. Ada yang menjalankan usaha sarang burung walet, yang menjadi sumber tambahan ekonomi masyarakat.

Kendati dikelilingi dikelilingi perairan, di desa itu terdapat jembatan sepanjang 1,5 kilometer di kedua sisi desa yang berfungsi memudahkan mobilitas. Sehingga walau beberapa penduduk memiliki sepeda atau sepeda motor, perahu tetap menjadi moda transportasi utama untuk beraktivitas sehari-hari, seperti bersekolah, bekerja, dan berbelanja kebutuhan harian.

Gapura Atas Air

Salah satu daya tarik utama desa ini adalah gapura kokoh yang berdiri megah di atas perairan. Gapura itu dibangun atas inisiatif masyarakat setempat dan dukungan pemerintah daerah. Menariknya dari bangunan fisik dari gapura itu adalah fungsinya yang tak hanya sebagai ikon wisata, melainkan juga sebagai penahan angin kencang dan ombak saat air pasang.

Selain itu, gapura itu mampu membendung gulma atau tanaman liar yang muncul saat banjir, sehingga air di sekitar desa tetap jernih.Tidak heran jika gapura menjadi simbol kebanggaan desa dan membuat Muara Enggelam meraih penghargaan dalam Festival Gapura Cinta Negeri pada 2019.

Meski terpencil, Muara Enggelam memiliki fasilitas lengkap untuk dinikmati masyarakatnya. Di sana, terdapat tempat ibadah, puskesmas, kantor desa, sekolah, sarana listrik dan air bersih.

Kehidupan di desa ini tertib dan bersih. Pemerintah desa bahkan menyediakan perahu khusus pengangkut sampah, sehingga warga di sini dilarang membuang sampah sembarangan, yang menjadikan desa terapung ini terlihat bersih dan asri.

Baca juga: Panorama Wisata Batu Jato Sekadau Kalimantan Barat

Alam Bersahabat

Di Muara Enggelam, musim kemarau menjadi tantangan tersendiri. Saat hujan jarang turun, daratan basah kadang-kadang terlihat di sekitar desa, namun air di danau menyusut.

Saat itulah warga mengalami kesulitan mengangkut barang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama karena perahu sulit beroperasi di perairan dangkal. Kondisi ini sudah biasa dihadapi masyarakat setempat, sehingga mereka memiliki cara tersendiri untuk bertahan dan tetap produktif.

Sebagai desa wisata air, Muara Enggelam terus menarik minat wisatawan yang ingin merasakan suasana eksotis yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Keindahan alamnya, gapura ikoniknya, serta kehidupan sederhana masyarakatnya menciptakan pengalaman yang berbeda dan autentik. Bagi pecinta alam dan petualang, Muara Enggelam adalah destinasi yang layak dikunjungi.

Apakah Anda tertarik untuk merasakan pengalaman baru berada di tengah desa tanpa daratan? Yuk, agendakan waktumu menjelajahi desa wisata Muara Enggelam.

You Might Also Like

Bukit Menumbing, Lokasi Pengasingan Tokoh Nasional Indonesia

Menembus Hutan dan Kabut, Menemukan Pesona Curug Lawe

Fordeswita 2024 Akan Gerakan 15000 Wisatawan Lokal

5 Gunung Ramah Pemula Untuk Perayaan Tahun Baru Berkesan

Tugu Ali Anyang, Monumen Perjuangan Pahlawan Dayak

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Bundo Kanduang Penjaga Nilai Adat Minangkabau
Next Article Sastrawan Jawa Suharmono Kasiyun, 50 Tahun Terus Berkarya
2 Comments 2 Comments
  • Pingback: Memperkuat Konservasi Banteng Kalimantan Dari Kepunahan - emmanus.com
  • Pingback: Dusun Tersembunyi Wotawati Yang Selalu Mengejar Matahari - emmanus.com

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?